Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Menko Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi dari Global

SELASA, 10 MEI 2022 | 12:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Capaian ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2022 berhasil tumbuh positif di angka 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy). Jika dibanding dengan ekonomi global, ekonomi nasional terbilang baik.

Begitu intisari keterangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menjelaskan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Senin kemarin (9/5).

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global diramal terkoreksi beberapa kali oleh lembaga keuangan dunia. Sementara Indonesia diprediksi lebih tinggi.


Pada kenyataannya, proyeksi ekonomi yang dilakukan oleh lembaga keuangan dunia seperti IMF, Bank Dunia, hingga OECD tampak dari realiasasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan I-2022.

"Dari segi pertumbuhan ekonomi global tahun ini diperkirakan 3,6 hingga 4,5 persen. Namun dari berbagai lembaga di dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 5 sampai dengan 5,4 persen," ujar Airlangga dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden yang dikutip Redaksi, Selasa (10/5).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini juga menjelaskan sumbangsih sejumlah indikator pertumbuhan positif ekonomi nasional, yang mana didukung oleh berbagai sektor serta jumlah tenaga kerja yang tercipta.

Bahkan dia mencatat, selama bulan Ramadhan tahun ini indeks konsumsi masyarakat meningkat cukup tiggi, yaitu mencapai 31 persen dibandingkan dengan Ramadhan tahun lalu, dan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

"Di Kalimantan meningkat 199,6; Sumatra 178; Jawa 13; Maluku dan Papua 145,5; dan Bali-Nusa Tenggara 72,9," bebernya.

Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan kinerja penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Katanya, realisasi anggarannya mencapai 15,4 persen atau Rp 70,37 triliun.

Khusus di bidang kesehatan sendiri sebesar 9,7 persen atau Rp 11,87 triliun dialokasikan untuk insentif tenaga kesehatan dan klaim pasien.

"Penguatan pemulihan ekonomi sekitar 5,2 persen atau Rp 9,2 triliun, baik itu di sektor pariwisata, dukungan UMKM, dan perpajakan," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya