Berita

Ilham Bintang saat menikmati suasana sore di Melbourne/Ist

Publika

CATATAN ILHAM BINTANG

Melbourne I'am Back

SELASA, 10 MEI 2022 | 07:26 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

PESAWAT berbadan lebar Boeing Triple 7 SQ 237 mendarat smoth di Bandara Tullamarine, bandara utama Melbourne yang merupakan bandara tersibuk kedua di Australia. Bandara ini dibuka pada tahun 1970 untuk menggantikan bandar udara lama Essendon di dekatnya.

Melbourne, Ibukota Victoria, Australia menyambut kami dengan cuaca dingin 18 derajat celcius Senin (9/5) pagi. Penerbangan sejak Minggu (8/5) malam dari Jakarta (transit di Singapura), mengasyikkan tanpa gangguan cuaca. Tak ada guncangan sama sekali. Sehingga bisa tidur pulas sekitar 5 jam di pesawat dalam penerbangan Singapura-Melbourne yang menelan waktu 7 jam.

Saking pulasnya, ketika pramugari membangunkan untuk sarapan. Saya menyesal tidak memberitahu mereka sebelumnya, bahwa tidak usah membangunkan hanya untuk sarapan karena tidur sebenarnya lebih berharga.


Melbourne adalah trip terakhir saya sebelum pandemi Covid19 melanda dunia. Waktu itu kami sekeluarga meningalkan Melbourne 14 Januari 2020 setelah kunjungan dua minggu. Waktu itu, kami balik ke Jakarta dengan perasaan galau. Persis sepuluh hari setelah Simcard Indosat dibegal di Jakarta dan berlanjut dengan pembobolan rekening saya di Commonwealth Bank.

Saya pikir Anda sudah tahu ceritanya. Gegara sikap tidak profesional dua perusahaan asing itu di Tanah Air. Sampai sekarang pun perkaranya masih berlanjut di Pengadilan. Saya tidak akan menghentikan kasus itu sampai ada semua perusahaan asing itu menjamin kinerjanya tidak menelan korban masyarakat lagi.

Melbourne kemudian menjadi pilihan pertama trip kami setelah pandemi Covid-19 sudah mulai mereda. Pertama, Melbourne memang tidak bersalah dalam konteks musibah itu. Yang kedua, ini yang utama: bersana istri mengantar putri bungsu Suri Adlina, kembali masuk kantor setelah pulang liburan Lebaran seminggu di Jakarta.

Dua setengah tahun lalu ketika mengunjunginya, Si Bungsu masih tengah menyelesaikan kuliah strata duanya di RMIT (Royal Melbourne Institut Tehnology). Saat kuliahnya rampung pertengahan tahun 2020, pandemi merebak. Melbourne tutup.

Tahun 2021 dia mendapat pekerjaan tetap sesuai gelar pendidikan dan keahliannya: master design, innovasi dan tehnologi. Syukur Alhamdulillah. Tak bisa pulang dua tahun tetapi sudah mengantongi gelar dan pekerjaan.

Trauma


Musibah Indosat bukan tidak meninggalkan trauma. Sebelum tinggalkan tanah air pun, saya mesti mengontak sahabat saya, Rudiantara, mantan Menkominfo yang kini Komut Indosat.

"Aman, Bang," ujarnya setelah mendengar curhat saya.

Rudiantara tahu persis kisah itu. Operator Indosat juga menguraikan secara tehnis, prosedur penggantian simcard yang hilang maupun yang rusak.

"Pemilik harus datang sendiri. Membawa ID asli dan laporan polisi. Juga harus mengikuti verifikasi faktual," jelasnya.

Pemeriksaan di masa Covid-19


Karena trip ini masih di masa Covid-19 belum berakhir, maka ada beberapa prosedur perjalanan luar negeri yang harus diikuti. Ternyata data dalam aplikasi Pedulilindungi masih perlu verifikasi faktual di desk penerbangan. Ini cukup makan waktu lama di bandara.

Petugas maskapai penerbangan meminta dokumen asli hasil vaksinasi. Sewaktu berangkat saya mengganti paspor baru lantaran paspor lama masa berlakunya sisa enam bulan saat keberangkatan.

Sedangkan visa Australia baru saya menempel di paspor lama. Sehingga perlu  waktu untuk mutasi visa ke paspor baru. Boarding pass disusulkan menjelang naik pesawat karena mengejar  check in di Imigrasi yang antrean sudah mengular. Banyak penumpang yang menggerutu karena masih mengantre di Imigrasi padahal sudah waktunya naik pesawat. Counter Imigrasi tidak semua dibuka malam itu. Petugas pun terkesan lelet melayani. Padahal, kemarin itu adalah puncak mobilitas penerbangan. Intensitas penumpang sangat tinggi. Mestinya Imigrasi sigap menyiapkan petugas untuk seluruh counternya.

Changi


Dua jam transit di Changi Singapura malam itu saya mengamati pandemi Covid-19 seperti sudah berakhir di negeri ini. Bandara ramai. Resto atau kedai-kedai kopi penuh. Di Lounge SQ, sami mawon. Terjadi kerumunan. Tidak ada tempat duduk yang kosong. Saya terpaksa menunda masuk. Pada kunjungan kedua, sudah longgar, namun sebagian makanan sudah habis.

"Kondisi itu baru 50 persen dibandingkan sebelum pandemi," kata Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo yang saya kontak malam itu.

Otoritas Singapura memang sudah melonggarkan perjalanan ke luar masuk negeri itu sejak beberapa bulan lalu. Seiring dengan meredanya lonjakan Covid-19 di sana. Data terbaru per 7 Mei jumlah yang terinfeksi virus Covid-19 rerata 3000 kasus per hari dalam rentang waktu seminggu.

Selama pandemi jumlah penduduk Singapura yang terpapar Covid-19 sebanyak 1,22  juta jiwa, atau sekitar 20 persen penduduk. Yang meninggal dunia "hanya" 1.350 jiwa. Relatif "kecil". Tampaknya itulah yang membuat Singapura percaya diri dan menjadi negara pertama di kawasan Asean mencabut semua aturan pembatasan perjalanan luar negeri.

Melbourne di Waktu Sore


Senin (9/5) sore setelah beristirahat beberapa jenak, saya mencoba jalan- jalan sore ke CBD, pusat kota Melbourne. Di kota ini aktivitas belum sepenuhnya bisa dikatakan pulih, meski sejak Februari pemerintah juga sudah melonggarkan perjalanan luar negeri.

Pusat perbelanjaan seperti David Jones, Emporium, Melbourne Central, masih lengang. Pertunjukan musik jalanan di emperan toko maupun di taman, nyaris tanpa penonton. Sedih melihat musisi jalanan itu, sebab selama ini pengunjung menjadi andalan utamanya untuk merebut hidup sehari-hari.

Catatan saya yang lain, separuh warga tidak lagi mengenakan masker. Pelayan toko dan pengunjung sama-sama tampak nyaman tanpa masker. Saya sempat tanya pelayan Kedai Kopi "Starbuck" mengapa mereka tidak memakai masker. Jawabnya santai. Sekarang tidak ad larangan bagi masyarakat berinteraksi tanpa masker.

Padahal, penularan Covid-19 di  Melbourne yang berpenduduk 5 juta jiwa masih cukup tinggi. Data per tanggal 7 Mei rerata 10 ribu kasus harian dalam seminggu. Bandingkan dengan Indonesia yang berpenduduk 273 juta jiwa, penularan Covid-19 "hanya" rerata 300 kasus setiap hari dalam seminggu terakhir.

Jika itu benar, maksudnya, pencatatan kasus Covid-19 di Tanah Air akurat dan valid, maka kita boleh berlega hati. Bolehlah kita berpengharapan besar, ke depan, tiga sampai enam bulan yang akan datang, Covid-19 akan berakhir di Tanah Air.

Kita tinggal menunggu saja satu dua minggu ini bagaimana dampak liburan Lebaran di mana 85 juta penduduk Indonesia terlibat mobilitas mudik. Yang berhasil mendongkrak ekonomi. Selama mudik perputaran uang mencapai 279 triliun.

Catatan sampai di sini dulu, sebab anak istri sudah menunggu lama mau tiup lilin ulang tahun untuk saya. Salam sehat.

Penulis adalah wartawan senior


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya