Berita

Ilustrasi /Net

Dunia

Miliki Jumlah Suara yang Sama, 2 Caleg Inggris Tentukan Pemenang Lewat Lempar Koin

MINGGU, 08 MEI 2022 | 16:26 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Tidak ada yang menduga bahwa pemilihan legislator lokal di Inggris pada ujungnya akan diputuskan oleh lempar koin.

Outlet media negara bagian Wales, The National pada Jumat (6/5) melaporkan hasil pemenang calon legislator untuk kabupaten Llanfoist Fawr dan Govilon diputuskan pada undian.

Kandidat pemilihan Bryony Nicholson nyaris gagal merebut mayoritas keseluruhan di Dewan Kabupaten Monmouthshire, setelah lemparan koin.


Nicholson dari partai Buruh dan lawannya, Tomos Davies dari Konservatif (Partai Tory) menyelesaikan pertandingan dengan perolehan 679 suara masing-masing, pada akhirnya memaksakan mereka untuk melakukan tos koin.

Nicholson menebak kepala pada lemparan koin itu. Namun.... hasilnya keluar ekor, tentunya memenangkan calon Tory si Davies.
Momen menegangkan di ruang pemilihan pun terekam kamera dan disebarluaskan di Twitter.
“Apa yang bisa saya katakan? Orang-orang yang mengatakan kepada saya, 'Saya tidak bisa membuat perbedaan' - jika Anda memilih, itu tidak akan menjadi lemparan koin," ujar Nicholson dengan nada kesal kepada The National, dimuat oleh NDTV, Minggu (8/5).

Namun Nicholson juga melanjutkan dengan mengatakan bahwa, secara keseluruhan jumlah pemilihnya sudah bagus dibandingkan tahun-tahun lalu. Dia berterima kasih kepada semua orang yang sudah melakukan voting.

Namun, kejadian itu bukanlah berita buruk bagi popularitas partai Buruh di Wales.

Menurut BBC, sementara mereka tidak mencapai tujuan mereka di Monmouthshire, Partai Buruh berhasil menguasai wilayah utama London untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Mereka merayakan kemenangan bersejarah di Westminster City, mendapatkan kendali untuk pertama kalinya sejak pembentukan partai pada tahun 1964.

BBC juga melaporkan bahwa Partai Buruh juga tetap menjadi partai terbesar di Wales, sekarang mengendalikan delapan dari 22 dewan county.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya