Berita

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Sanksi Rusia Menggunung, Pengamat: China Mulai Ganti Arah Dukung Ukraina

MINGGU, 08 MEI 2022 | 16:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Situasi ekonomi China yang terus memburuk tampaknya menjadi hambatan bagi negeri tirai bambu itu untuk terus memberikan dukungan pada sahabatnya, Rusia. Terlebih dengan sanksi yang semakin banyak diberlakukan terhadap Rusia.

Sejumlah pengamat sendiri meyakini, saat ini China mulai mengubah kebijakan ketika menanggapi perang antara Rusia dan Ukraina.

Hal itu terlihat dari media pemerintah China yang saat ini mulai melaporkan informasi positif mengenai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.


Pada 5 Mei, banyak media pemerintah PKC, termasuk CCTV, Global Network, dan China Business News, melaporkan secara positif pidato Zelensky. Ini sangat berbeda dari penggambaran Zelensky sebelumnya sebagai badut dan komedian.

Di samping itu, jurubicara Partai Komunis China (PKC) juga untuk pertama kalinya menggunakan istilah "invasi Rusia ke Ukraina" sebanyak tiga kali dalam sebuah wawancara eksklusifnya pada 30 April lalu.

Sejak Rusia meluncurkan operasi militer khusus ke Ukraina, China menolak menggunakan istilah "invasi". PKC juga memberikan dukungan atas kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin itu.

Menurut profesor di Universitas Teknologi Sydney, Feng Chongyi, perubahan arah yang dilakukan oleh Beijing disebabkan memburuknya situasi ekonomi China.

Diyakini sudah terjadi diskusi yang intens di tubuh PKC dan Kongres Nasional untuk akhirnya mengubah arah kebijakan China terhadap perang di Ukraina.

"Jika Beijing terus mendukung Rusia dalam situasi ini, PKC akan dikenakan sanksi yang sama dengan Rusia, dan ekonomi China akan runtuh, yang tidak akan menguntungkan bagi terpilihnya kembali Xi Jinping ke Kongres Nasional ke-20," ujar Feng, seperti dikutip The Epoch Times.

Dengan situasi ini, Feng mengatakan, Xi harus melakukan beberapa penyesuaian dan mengambil tindakan darurat, yaitu melonggarkan dukungannya pada Rusia.

Kendati begitu, situasi ini tidak serta merta dapat mengubah kebijakan China secara signifikan, di mana Beijing akan terus mendukung Rusia.

“Ini mungkin membuat beberapa perubahan kecil pada posisinya, tetapi bukan perubahan substantif. Itu hanya bermain di kedua sisi, diam-diam mendukung Rusia dan tidak berani memihaknya di depan umum," tambahnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Profesor Sun Guo-xiang dari Universitas Nanhua Taiwan. Ia mengatakan, PKC tidak akan melepaskan dukungannya untuk Rusia, terutama di tengah persaingan strategis AS-China yang semakin intensif.

Namun, Rusia baru-baru ini mulai mempertanyakan apakah PKC benar-benar dapat memberikan bantuan yang dibutuhkannya, dan bahkan telah menyatakan ketidakpuasannya.

Baru-baru ini, penasihat ekonomi Putin, Boris Titov, menyebut kerjasama ekonomi antara China dan Rusia belum sebaik yang diharapkan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya