Berita

Wakil Direktur Departemen Informasi dan Pers Kementerian Luar Negeri Rusia Alexei Zaitsev /Net

Dunia

Rusia: Kami Tak Akan Menggunakan Nuklir di Ukraina

JUMAT, 06 MEI 2022 | 17:38 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Rusia yang baru-baru ini melakukan simulasi perang nuklir di Kaliningrad, telah menyatakan bahwa negerinya tidak akan menggunakan senjata nuklir selama operasi khusus di Ukraina.

"Kami telah berulang kali harus membantah tuduhan tentang kemungkinan Rusia menggunakan senjata nuklir dalam operasi militer khusus kami. Ini adalah kebohongan yang disengaja," ujar Alexei Zaitsev, Wakil Direktur Departemen Informasi dan Pers Kementerian Luar Negeri Rusia kepada RIA, dikutip oleh Reuters dan PravdaRU Jumat (6/5).

“Moskow terus mematuhi prinsip yang menurutnya tidak akan ada pemenang dalam perang nuklir, dan itu tidak boleh dilepaskan,” tambahnya.


Menurut diplomat itu, Rusia-lah yang dapat meyakinkan Amerika Serikat dan negara-negara nuklir lima lainnya untuk mengkonfirmasi komitmen mereka terhadap prinsip ini.
Ini merupakan komentar terbaru dari Moskow terkait dengan penggunaan senjata nuklir sejak negeri itu mengirim pasukannya ke Ukraina pada 24 Februari.

Sebelumnya pada April, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga menjelaskan bahwa Rusia, pada tahap operasi khusus saat ini di Ukraina, hanya mempertimbangkan senjata konvensional.

Komentar Lavrov itu muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mengatakan bahwa Rusia diduga siap menggunakan senjata nuklir.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya