Berita

Raja Salman dari Arab Saudi dan Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Benarkah Perang di Ukraina Membuat Timur Tengah Lebih Mesra dengan China?

JUMAT, 06 MEI 2022 | 09:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kedekatan antara China dan Timur Tengah memang sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi keduanya terasa lebih mesra di tengah perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Hal itu dapat dibuktikan dengan tiga resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait perang di Ukraina.

Resolusi pertama pada 26 Februari di Dewan Keamanan PBB, dua hari setelah Rusia mengumumkan operasi militer khusus di Ukraina. Resolusi ini mendesak Rusia menarik mundur pasukannya dari Ukraina.


Ketika itu, China bersama Uni Emirat Arab (UEA) dan India memutuskan untuk abstain.

Resolusi kedua muncul di Majelis Umum PBB yang menyerukan agar permusuhan segera di akhiri. Tetapi China, Iran, dan Iran menjadi di antara 35 negara yang abstain dalam pemungutan suara.

Kemudian pada 7 April, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (UNHCR). Kali ini, China, Iran, Irak, Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, dan lainnya menolak mosi tersebut.

Menurut Asia Times, perang di Ukraina telah menunjukkan lebih banyak kesamaan antara China dan Timur Tengah di berbagai posisi.

Misalnya ketika UEA memutuskan untuk abstain di resolusi DK PBB, hal itu tampaknya didorong oleh kekecewaan terhadap AS menetapkan Houthi sebagai kelompok teroris.

Keduanya juga memiliki keprihatinan yang sama. Dalam resolusi untuk mengeluarkan Rusia dari UNHCR, baik China dan Timur Tengah, cukup menyadari bahwa keduanya memiliki catatan HAM yang juga dapat dipersoalkan di masa depan.

Di samping itu, China dan Timur Tengah memiliki kedekatan historis dan ekonomi dengan Rusia. Baik China dan Timur Tengah pun cukup memiliki keluhan terhadap Barat.

Hubungan mesra antara China dan Timur Tengah juga tidak terlepas dari Arab Saudi. Itu terlihat ketika Arab Saudi mempertimbangkan keinginan Beijing untuk membeli minyak dengan mata uangnya, renminbi.

Kedekatan Arab Saudi dengan China sendiri terjadi setelah hubungan Riyadh dan Washington pecah akibat pelanggaran HAM, terutama pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 silam.

Tahun lalu, menteri luar negeri China mengunjungi Timur Tengah dua kali, dengan singgah di sembilan negara.

Pada Januari tahun ini, China menjadi tuan rumah bagi Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk serta para menteri luar negeri Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Turki.

Sebelum perang di Ukraina terjadi, kemesraan China dan Timur Tengah dipengaruhi oleh diplomasi vaksin. Sejak 2020, jutaan dosis Sinopharm China telah diberikan ke Timur Tengah.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya