Berita

Presiden Jokowi (kiri) bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X/Repro

Politik

Akibat Kemacetan di Merak-Bakauheni, Jokowi Imbau Masyarakat Tidak Semua Balik Sabtu dan Minggu

SENIN, 02 MEI 2022 | 20:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kejadian kendaraan bermotor menumpuk di Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni pada puncak mudik kemarin diantisipasi Presiden Joko Widodo.

Jokowi mengatakan, kejadian tersebut seharusnya bisa menjadi pembelajaran masyarakat. Karena dia mengklaim langkah pemerintah mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Merak sudah dilakukan dengan cepat dan penuh perhitungan.

"Memang kapalnya sudah ditambah dari sekitar 30-an menjadi 50-an. Tapi memang dermaganya tidak cukup. Ditambah lagi dermaganya 2 lagi, baru bisa mengurangi," ujar Jokowi usai bersilaturahmi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Yogyakarta, Senin (2/5).


Hingga hari h lebaran ini, Jokowi menerima laporan aktivitas mudik masih dilakukan oleh masyarakat. Hanya saja ia mendapati keadaannya sudah tidak sepadat beberapa hari menjelang lebaran.

"Arus mudiknya saya melihat semuanya berjalan dengan baik. Bahwa ada hal-hal kecil di Merak-Bakauheni (beberapa hari lalu) ngantri 12 jam karena memang volume kendaraannya terlalu banyak, tidak sesuai kapasitas, dermaga tidak sesuai kapasitas yang ada," katanya.

Maka dari itu, pada arus balik nanti mantan Walikota Solo ini mengimbau masyarakat agar bisa menentukan tanggal yang tepat.

"Sehingga saya mengimbau untuk kembalinya agar ada yang lebih awal. Jangan semuanya nanti kembali arus baliknya hari Sabtu dan Minggu. Pasti akan terjadi titik kemacetan terutama di tol, maupun di jalan nasional, maupun di Merak-Bakauheni," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya