Berita

Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha/Net

Politik

PSI Kian Dicap Negatif, Kader Minta Pengurus DPP Dievaluasi

MINGGU, 01 MEI 2022 | 22:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Solidaritas Indonesia terus mendapat sentimen negatif dari publik. Penyebabnya pun beragam, mulai keluarnya Tsamara Amany dan tudingan Jubir PSI Sigit Widodo terhadap Anies Baswedan.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengakui bahwa banyak masyarakat yang mempertanyakan sikap PSI belakangan ini. Terlebih ketika banyak blunder yang dilakukan partai itu.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak masyarakat mempertanyakan berbagai manuver partainya, khususnya terhadapa Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan.


"Kita hanya fokus pada Pak Anies,  kita terlalu tendensi secara pribadi. Jadi menurut saya itu sinyalemen yang harus dijawab dan diklarifikasi oleh teman-teman DPP ya menurut saya," kata Anggara.

Anggara menengarai, ada masalah di internal struktur PSI. Imbasnya, banyak komentar-komentar yang dilontarkan kader PSI bukanya membangun malah menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Tanda-tanda itu, kata Anggara juga dibaca oleh sejumlah pengamat politik. Dia mengakui juga bahwa memang perlu mengevaluasi menyeluruh arah kebijakan PSI selama ini.

Kritik dari sejumlah pihak mestinya bisa ditampung menjadi masukan bagi internal kepengurusan PSI.

Secara khusus, Anggara menyinggung pentingnya bagi PSI mengevaliasi pendekatan komunikasi politiknya. Alasannya, banyak pernyataan politik pengurus PSI yang reaktif dalam menyikapi masalah.

"Cari dulu data dan faktanya sebelum kita memberikan komentar atau memberikan sikap ke media yang akhirnya bisa menimbulkan potensi polemik di masyarakat. Kan hal-hal ini seharusnya bisa kita lakukan gitu," terang dia.

Sebagai bagian dari PSI, Anggara mengaku merasakan kebijakan yang diambil DPP PSI terkesan minim sosialisasi dan rembukan. Sehingga sikap yang diambil DPP pun cenderung spontan tanpa terlebih dahulu memberi arahan kepada kader-kader di daerah.

Namun begitu, Anggara memastikan pengambilan keputusan pada DPW PSI Jakarta cukup demokratis. Di mana semua elemen PSI di Jakarta turut dilibatkan.

Anggota DPRD DKI kelahiran 16 Mei 1989 itu mengatakan, sebagai partai politik, PSI memang memiliki tugas untuk mengawal pemerintah dengan memberikan kritik ataupun masukkan. Namun harus objektif, bukan menyerang personal.

Dia juga menekankan bahwa setiap yang mengkritik harus pula berani untuk berlapang dada menerima kritik.

"Tapi kalau saya sih kembali kepada poin ya, kalau kita berani untuk mengkritik ya kita harus berani menerima kritik kan? Entah datangnya dari mana ya kita lihat substansinya dari kritikannya. Kalau memang ada hal-hal yang harus dibenahi ya kita benahi sama-sama gitu," katanya.

Lebih dari itu, Anggara berharap ada perubahan ke arah yang lebih baik di partainya. Hal ini demi kembali menggaet simpati publik terhadap partai yang getol menyuarakan antikorupsi itu.

"Kalau saya sih berharap ada apa pun namanya ada langkah perbaikan karena kita parpol kan nih menurut saya ya parpol itu harus berhasil memenangkan persepsi dan simpati dari rakyatkan. Nah kalau misalnya kita berada di jalan yang banyak menimbulkan antipati ya menurut saya harus ada keputusan yang diambil," tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya