Berita

Partai Buruh dan beberapa organisasi gelar aksi May Day di depan gedung KPU RI/RMOL

Politik

Gelar Aksi May Day, Ini Tuntutan Lengkap Partai Buruh

MINGGU, 01 MEI 2022 | 16:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Di Hari Buruh Internasional atau dikenal sebagai May Day yang diperingati setiap 1 Mei, Partai Buruh bersama dengan organisasi buruh lainnya mendesak pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok dan membatalkan rencana kenaikan harga BBM Pertalite dan LPG 3 kilogram.

Desakan itu disampaikan langsung oleh Presiden Partai Buruh, Said Iqbal saat menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu siang (1/5).

Said mengatakan, selain meminta KPU melaksanakan Pemilu pada 14 Februari 2024, Partai Buruh bersama dengan organisasi buruh lainnya menyampaikan dua tuntutan lainnya yang bersinggungan langsung dengan rakyat kecil.


"Turunkan harga bahan-bahan pokok, minyak goreng masih mahal, daging masih mahal, beberapa kebutuhan pokok masih mahal," ujar Said kepada wartawan.

Apalagi kata Said, pemerintah juga merencanakan ingin menaikkan BBM jenis Pertalite dan LPG 3 kilogram.

"Itu akan memukul dan mencekik leher rakyat dan kaum buruh," tegas Said.

Padahal kata Said, selama tiga tahun terakhir ini, rakyat atau pekerja Indonesia tidak mengalami kenaikan upah yang mengakibatkan daya beli turun mencapai 30 persen.

"Sekarang harga melambung tinggi, mau dinaikin harga Pertalite dan LPG 3 kilogram. Pertalite itu digunakan kaum buruh 86,4 juta pengguna sepeda motor adalah buruh. Jangan dipikir Pertalite itu digunakan oleh buruh, yang terdampak pasti buruh," jelas Said.

"Oleh karena itu kita minta turunkan harga-harga bahan pokok, tolak rencana kenaikan BBM Pertalite dan LPG 3 kilogram," sambung Said menegaskan.

Selain itu, Partai Buruh juga menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Said pun mengancam akan melakukan mogok nasional jika DPR dan pemerintah kembali memaksa untuk membahas Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Bisa dipastikan mogok nasional akan kami serukan. Partai buruh bersama 4 konfederasi serikat buruh dan serikat buruh yang lain, 60 federasi serikat pekerja tingkat nasional bergabung dalam aksi ini. Serikat pekerja, serikat petani Indonesia, buruh migran, guru-guru honorer, aktivis perempuan, aktivis anak-anak muda kampus, pasti akan kami organisir pemogokan, mogok nasional bila dipaksakan Omnibus Law UU Cipta Kerja," pungkas Said.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya