Berita

Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka/RMOL

Politik

Suhardi Duka Usul Audit Dana Sawit BPDPKS Libatkan Penegak Hukum

MINGGU, 01 MEI 2022 | 15:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah keputusan pemerintahan Joko Widodo melarang ekspor hasil sawit mentah, bahan baku minyak goreng dan minyak goreng, muncul desakan agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit secara transparan pengelolaan dana pungutan sawit.

Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka mendesak dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) segera diaudit untuk memastikan dana dikelola secara benar dan tepat sasaran.

Suhardi menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 24/ 2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan, BPDPKS mengelola dana yang berasal dari pungutan ekspor.


"Bila tidak ada ekspor sawit dan turunannya maka berarti tidak ada objek yang dipungut. Artinya tidak ada lagi dana pungutan sawit yang akan dikelola. Dengan begitu, keberadaan BPDPKS tak lagi dibutuhkan,” demikian kata Suhardi, Minggu (1/5).

Politisi asal Sulawesi Barat itu mengusulkan, dalam proses audit dengan melibatkan pengawasan langsung aparat penegak hukum. Usulan itu ia kemukakan untuk mencegah adanya praktik kongkalikong antara pegawai BPK dan BPDPKS.

Apalagi, kasus suap yang menjerat Bupati Bogor Ade Yasin kaitannya dengan usaha mengejar opini wajat tanpa pengecualian dari BPK.

"Kasus Bupati Bogor Ade Yasin yang terkena OTT KPK saja itu terjadi karena ada peran oknum BPK yang tidak bekerja secara independen sehingga mereka berani melanggar hukum," katanya.  

Menurut Politisi Demokrat itu, audit perlu dilakukan untuk mencari tahu apakah pengelolaan dana itu sudah efisien dan sudah tepat sasaran.

Dalam pandangan Suhardi, di tengah kecurigaan publik terhadap dana sait yang dikelola BPDPKS, BPK bisa meyakinkan publik dengan mengungkapkan pada publik apakah memang dalam pengelolaan dana sawit di BPDPKS tidak menyimpang dan merugikan keuangan negara.

Ia meyakini, dengan penjelasan terbuka, publik akan memberikan kepercayaan pada BPK. Apalagi, sampai saat ini belum ada jawaban konkret BPDPKS terkait dengan peruntukan dan sasaran penerima dana pengelolaan dana pungutan sawit yang angkanya sangat fantastis.

Tercatat, BPDPKS telah menggelontorkan dana subsidi biodiesel Rp 110,05 triliun selama periode 2015-2021.  

Dalam laporan resmi BPDPKS disebutkan bahwa sejak awal berdiri tahun 2015 hingga 2021 BPDPKS sudah menghimpun dana sebesar Rp 13, 283 triliun.

Ia berpendapat, BPDPKS sebagai lembaga negara seharusnya lebih mengutamakan kebutuhan para petani sawit, bukan berpihak dan memprioritaskan korporasi besar.

"Masyarakat harus menjadi pemenang di negerinya sendiri, bukan malah kepentingan korporasi sawit yang malah membuat Indonesia mengalami kelangkaan minyak goreng," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya