Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Federasi KB Internasional Kirim Pil Aborsi ke Ukraina, Bantu Korban Kekerasan Seksual Selama Invasi Rusia

SABTU, 30 APRIL 2022 | 13:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Reaksi cepat dilakukan Federasi Keluarga Berencana Internasional (IPPF) untuk menanggapi laporan banyaknya kasus pemerkosaan selama invasi Rusia dengan mengirimkan pil aborsi dan kontrasepsi darurat ke Ukraina.

Hal itu diungkapkan  Direktur RFegional IPPF European Network, Caroline Hickson,  dalam wawancaranya bersama Fox News Digital, Sabtu (30/4).

“IPPF bekerja dengan asosiasi anggota kami, Kesehatan Wanita dan Keluarga Berencana Ukraina, untuk mendistribusikan obat-obatan esensial, termasuk kontrasepsi darurat, kontrasepsi, pil aborsi medis, antibiotik untuk infeksi menular seksual dan profilaksis pasca pajanan untuk pencegahan HIV,” katanya.


"Kami juga melatih penyedia layanan kesehatan tentang manajemen klinis pemerkosaan serta menerapkan dukungan psikososial tambahan untuk penyintas kekerasan seksual, seperti konseling trauma," lanjutnya.

Pertempuran di Ukraina telah bergeser ke timur setelah Rusia gagal merebut Kyiv menyusul pengepungan selama sebulan. Para pejabat Ukraina mengatakan mereka menemukan 410 mayat warga sipil di kota-kota di wilayah Kyiv dan kota-kota seperti Bucha, di mana lebih dari 100 warga sipil ditemukan terkubur di kuburan massal.

Human Rights Watch telah mendokumentasikan bukti eksekusi singkat, kekerasan yang melanggar hukum dan ancaman terhadap warga sipil dan pemerkosaan berulang dalam beberapa minggu pertama invasi.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bahkan menuduh Rusia melakukan kampanye yang disengaja untuk membunuh, menyiksa, memperkosa, melakukan kekejaman di Ukraina.

Ombudsman hak asasi manusia Ukraina Lyudmila Denisova mengatakan sedikitnya sembilan kehamilan terjadi akibat pemerkosaan selama pendudukan Bucha. Dia mengklaim bahwa sekitar 25 gadis dan wanita berusia 14-25 tahun diperkosa secara sistematis di ruang bawah tanah sebuah gedung di kota.

Untuk memenuhi permintaan di tengah laporan ini, IPPF mengirimkan 2.880 paket kontrasepsi darurat - juga dikenal sebagai pil pagi hari - ke Ukraina, bersama dengan kit pasca pemerkosaan yang mencakup tes kehamilan dan pil aborsi yang dapat digunakan hingga 24 minggu. setelah kehamilan. Logistik pendistribusian materi di Ukraina terbukti sulit, tetapi pemerintah telah melonggarkan peraturan tentang pasokan medis yang masuk ke negara itu.

"Waktu sangat penting ketika mereka didistribusikan," kata juru bicara itu.

"Ada waktu lima hari di mana kontrasepsi darurat secara efektif mencegah kehamilan," ujarnya.

"Menjadi hamil pada saat itu mungkin menghancurkan bagi beberapa wanita, dan mereka juga membutuhkan akses ke kontrasepsi darurat dan perawatan aborsi. Ini sangat penting bagi para penyintas kekerasan dan juga sangat penting secara keseluruhan," lanjut Denisova.

Juru bicara tersebut menekankan bahwa sementara laporan pemerkosaan telah meningkat sejak awal invasi, mereka hanya menunjukkan jumlah korban yang telah hadir untuk layanan dan memberikan persetujuan mereka untuk data mereka dikumpulkan.

"Angka-angka yang terlihat tidak pernah benar-benar menceritakan keseluruhan cerita dan skala kekerasan seksual dan berbasis gender," katanya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya