Berita

Mantan presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Nama-nama yang Mungkin Diijinkan Kembali ke Twitter Setelah Dibeli Elon Musk, Salah Satunya Donald Trump

RABU, 27 APRIL 2022 | 06:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah 'memborong' Twitter seharga 44 miliar dolar AS, muncul pertanyaan apa yang akan dilakukan milyarder Elon Musk terhadap situs media sosial yang telah dibelinya itu?

Musk telah menyatakan komitmennya saat pengambilalihan Twitter, bahwa platform tersebut harus menjadi "alun-alun kota digital" di mana kebebasan berbicara tidak dibatasi.

Ini memunculkan dugaan bahwa ada kemungkinan Musk akan mengurangi kebijakan moderasi konten yang saat ini berlaku di Twitter.


Musk, orang terkaya di dunia dan pengguna Twitter yang aktif, diperkirakan akan mengubah situs tersebut menjadi platform media sosial "kebebasan berbicara" yang lebih kontroversial seperti Parler atau Gab, membuka jalan bagi mereka yang telah dilarang dari Twitter untuk bisa kembali 'bersuara'.

Dalam laporannya, Newsweek menyusun daftar tokoh yang akunnya ditangguhkan secara permanen oleh Twitter karena melanggar syarat dan ketentuan, bisa jadi akun-akun ini akan ditawari untuk kembali ke situs itu di bawah kepemilikan Musk.

Yang pertama adalah Donald Trump, yang secara permanen dilarang dari Twitter pada 8 Januari 2021, dua hari setelah kerusuhan di Gedung Capitol, karena kekhawatiran dia akan menggunakan platform tersebut untuk menghasut kekerasan lebih lanjut.

Berikutnya ada Marjorie Taylor Greene. Akun Twitter pribadi anggota kongres Georgia itu ditangguhkan secara permanen pada 2 Januari karena "pelanggaran berulang" terhadap kebijakan misinformasi Covid-nya.

Meskipun demikian, akun resmi Kongres Greene, @RepMTG, tidak ditangguhkan dan tetap aktif.

Selanjutnya Steve Bannon, mantan penasihat Gedung Putih di bawah Trump. Akun @WarRoomPandemic miliknya dihapus dari Twitter pada November 2020 karena dianggap melanggar larangan situs tentang ajakan kekerasan

Dalam siaran langsung acara War Room-nya yang dia bagikan di Twitter, Bannon menyarankan kepala penasihat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci dan Direktur FBI Christopher Wray harus dipenggal.

"Saya akan meletakkan kepala di tombak. Benar. Saya akan meletakkannya di dua sudut Gedung Putih. Sebagai peringatan kepada birokrat federal: Ikuti programnya atau pergi," kata Bannon.

Nama selanjutnya Alex Jones, yang akun pribadinya terkenal dengan teori konspirasi dan acara InfoWars-nya ditangguhkan secara permanen pada September 2018 karena sejumlah tweet yang melanggar kebijakan perilaku kasar Twitter.

Larangan itu tiba setelah Jones memposting serangkaian video dia melecehkan COO Facebook Sheryl Sandberg dan CEO Twitter Jack Dorsey saat mereka bersaksi di depan Senat. Sekitar waktu yang sama, Jones juga dilarang dari situs lain seperti Spotify, Facebook dan YouTube karena melanggar kebijakan ujaran kebencian mereka.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya