Berita

Data Populi Center, 64,4 persen tolak jabatan Presiden Jokowi diperpanjang/Net

Politik

Populi Center: Mayoritas Masyarakat Tidak Setuju Masa Jabatan Presiden Diperpanjang

MINGGU, 24 APRIL 2022 | 17:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Usulan perpanjangan masa jabatan presiden tidak mendapat dukungan dari mayoritas masyarakat. Hal itu dibuktikan dalam hasil survei Populi Center. Tercatat, sebanyak 64,4 persen tidak setuju jabatan presiden diperpanjang.

Hal itu disampaikan langsung dalam hasil survei terbaru Populi Center yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/4).

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan mencatat mayoritas masyarakat yang dilakukan survei tidak setuju jabatan presiden diperpanjang selama tiga periode.


"Sebesar 64,4 persen dengan rincian tidak setuju 55,1 persen, sangat tidak setuju 9,3 persen masyarakat tidak menyetujui usulan perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi 3 periode,” ucap Rafif.

Kemudian, lanjut Rafif, sebanyak 27,6 persen dengan rincian 24,3 persen setuju dengan perpanjangan masa jabatan presiden. Hanya 3,3 persen yang menyatakan sangat setuju dengan usulan tersebut.

"Adapun sebesar 8 persen responden menolak menjawab pertanyaan ini,” demikian Rafif.

Populi Center menyelenggarakan survei nasional pada tanggal 21 hingga 29 Maret 2022 dengan sampel responden tersebar secara proporsional di 34 Provinsi di Indonesia.

Tujuan dari survei ini adalah untuk melihat dinamika politik jelang pemilu 2024 yang kian dekat, serta isu-isu nasional yang baru-baru ini menghangat.

Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error  Â± 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya