Berita

Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare dan Perdana Menteri China Li Keqiang/AP

Dunia

Taiwan Wanti-wanti Kepulauan Solomon Agar Tak Jadi "Pion" China

KAMIS, 21 APRIL 2022 | 17:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taiwan turut menyampaikan kekhawatirannya terkait perjanjian keamanan antara China dan Kepulauan Solomon, yang juga sudah membuat Amerika Serikat (AS), Australia, Jepang, dan Selandia Baru cukup waspada.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (20/4), Kementerian Luar Negeri Taiwan memperingatkan Kepulauan Solomon agar tidak membiarkan diri mereka menjadi pion bagi China.

Mengutip Taiwan News, China dan Kepulauan Solomon telah menandatangani perjanjian keamanan pada Selasa (19/4).


Perjanjian tersebut memicu kekhawatiran jika China akan menggunakan Kepulauan Solomon sebagai pangkalan militer untuk rencana ekspansi militernya di kawasan Pasifik.

Namun berdasarkan perjanjian tersebut dikatakan China dapat mengirim Polisi Bersenjata Rakyat dan unit militer untuk membantu menjaga ketertiban, sementara kapal Angkatan Laut dapat berlabuh di pelabuhan Kepulauan Solomon untuk tujuan pasokan.

AS, Australia, Jepang, dan Selandia BAru sudah menyatakan keprihatinan tentang kerangka keamanan yang diusulkan antara Kepulauan Solomon dan China, serta dampaknya pada kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya