Berita

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian/Ist

Dunia

Ke Prancis, Menlu Retno Dorong Penyelesaian Perang Ukraina

KAMIS, 21 APRIL 2022 | 17:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Melihat besarnya dampak yang diberikan, perang di Ukraina harus segera diakhiri dan perdamaian harus segera terwujud melalui negosiasi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ketika bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian di Paris pada Rabu (20/4).

Sejumlah isu bilateral dan situasi dunia saat ini menjadi agenda pembahasan kedua menlu, termasuk perang di Ukraina. Keduanya membahas dampak ekonomi dari perang di Ukraina, terutama kenaikan harga energi dan pangan.


"Jika perang terus terjadi, maka dampak ekonomi akan dirasakan semua negara, terutama negara berkembang dan least developed countries," ujar Retno, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan melalui telepon antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Emmanuel Macron pada 22 Maret, serta pembicaraan telepon kedua menlu pada 18 Maret.

Pertemuan dinilai penting mengingat Prancis memegang peran sebagai Presiden Uni Eropa dan Indonesia sebagai Ketua G20. Dengan peran khusus ini, kedua pihak sepakat untuk terus meningktkan komunikasi dan konsultasi terkait berbagai isu penting dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Le Drian menekankan dukungan Prancis atas presidensi G20 Indonesia, serta prioritas-prioritas kerja yang dimajukan Indonesia.

Terkait kerja sama bilateral, kedua menlu sepakat pentingnya meningkatkan kerjasama di bidang energi. Dalam hal ini, Prancis akan mengirim tim teknis untuk berkunjung ke Jakarta guna membahas kerjasama energi secara lebih detail.

Setelah satu hari di Prancis, Retno langsung melanjutkan perjalanan ke Belanda.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya