Berita

Dana Moneter Internasional (IMF)/Net

Bisnis

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3,6 Persen

RABU, 20 APRIL 2022 | 11:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dana Moneter Internasional (IMF) telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekobomi global tahun ini menjadi 3,6 persen, atau anjlok 0,8 poin persentasi dari proyeksi pada Januari.

Berdasarkan World Economic Outlook yang dirilis pada Selasa (19/4), IMF menyebut penurunan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina.

Perang di Ukraina telah mengganggu upaya dunia untuk memulihkan diri dari dampak pandemi Covid-19.


Laporan tersebut juga menyoroti kemungkinan jatuhnya produk domestik bruto (PDB) untuk Ukraina hingga dua digit, dan konttraksi besar yang dialami Rusia akibat krisis.

IMF juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa untuk tahun ini turun sebesar 1,1 poin persentase menjadi 2,8 persen karena efek tidak langsung dari konflik.

Ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan tumbuh 3,7 persen pada tahun 2022, atau 0,3 persen lebih rendah daripada proyeksi pada Januari.

Ekonomi China diperkirakan tumbuh 4,4 persen tahun ini, atau 0,4 poin persentase lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Untuk tahun 2022, inflasi diproyeksikan sebesar 5,7 persen di negara maju dan 8,7 persen di pasar negara berkembang. Itu 1,8 dan 2,8 poin persentase lebih tinggi dari proyeksi Januari.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya