Berita

Managing Director of Paramadina Public Policy Institute, Ahmad Khoirul Umam/Net

Politik

Jika Prabowo, Ganjar, dan Anies Jadi Capres 2024, Maka Narasi Politik Identitas Relatif Turun

SELASA, 19 APRIL 2022 | 19:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tiga nama tokoh yang berpotensi besar dicalonkan dalam Pilpres 2024 mendatang, berdasarkan hasil penelitian kuantitatif yang ditemukan sejumlah lembaga survei, bakal mengikis sentimen politik identitas di masyarakat.

Managing Director of Paramadina Public Policy Institute, Ahmad Khoirul Umam mencatat, tiga nama yang dimaksud yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Kalau merujuk dari tiga nama itu, maka potensinya narasi tentang politik identitas akan relatif menurun," ujar Khoirul Umam dalam diskusi virtual Paramadina bertajuk "Peran dan Tantangan Partai Politik Islam Menuju Pemilu 2024", Selasa (19/4).


Alasan politik identitas akan berkurang jika ketiga nama tokoh tersebut maju di Pilpres 2024, dipaparkan Khoirul Umam, adalah karena massa pemilih Islam tak lagi terpusat pada satu tokoh seperti yang terjadi pada Pilpres 2019 lalu.

"Mengapa menurun (politik identitas)? Karena bagaimanapun juga akumulasi kekuatan yang selama ini mendominasi narasi tentang politik identitas, dengan sentimen Islam dan basis Islam kanan, itu pemilu terakhir adalah Prabowo," paparnya.

Di samping itu, kehadiran Anies Baswedan dalam kontestasi Pilpres 2024 nanti juga akan memecah ceruk pemilih Islam dari Prabowo. Karena menurutnya, sejauh ini publik menilai sosok Menteri Pertahanan tersebut sudah bersama dengan barisan pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode kedua.

Maka dari itu, dia memandang pertandingan di panggung Pilpres 2024 akan berbeda jika ada tiga poros. Ditambah lagi dengan sosok cawapres yang diprediksi akan menemani mereka oleh lembaga survei, juga akan memecah perhatian pemilih berlatar belakang Islam.

"Untuk menjadi posisi cawapres misalnya salah satunya adalah Agus Harimurti Yudhoyono, kemudian ada Mbak Khofifah, Mbak Puan tentunya, kemudian beberapa nama yang lain Erick Thohir, Sandiaga dan lain sebagainya," demikian Khoirul Umam.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya