Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/Net

Politik

Fahira Idris: Israel Tak Mempan Dikecam, Harus Ada Aksi Nyata

SELASA, 19 APRIL 2022 | 04:58 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kebrutalan polisi Israel terhadap warga Palestina di Kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem sudah seperti ritual kekerasan yang wajib dilakukan Israel kepada warga Palestina sepanjang tahun.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan, tindakan biadab Israel sejatinya adalah serangan terhadap umat Islam karena dilakukan di kompleks Masjid Al Aqsa yang merupakan situs tersuci ketiga umat Islam.

Menurut Senator asal Jakarta itu, kecaman demi kecaman dari berbagai negara tidak membuat penjajah Israel berhenti melakukan tindakan brutalnya, malah semakin menjadi-jadi.


Kebiadabana Israel itu, kata Fahira mengindikasikan bahwa negara zionis itu tidak peduli apa kata dunia tentang kekejaman dan politik apartheid mereka terhadap warga Palestina.
“Harus ada aksi nyata terhadap kekejaman Israel yang terus menerus melakukan kejahatan kemanusian dan menginjak-injak kesucian situs umat Islam,” ujar Fahira Idris, (18/4).
 
Fahira mengungkapkan, tidak ada dampak apapun apalagi keuntungan bagi Palestina dan umat Islam di dunia atas normalisasi hubungan beberapa negara Arab dengan Israel.

Ia berpendapat, seharusnya negara-negara Arab yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko bersikap tegas terhadap arogansi dan tindakan brutal Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Ia heran normalisasi hubungan tidak membuat Israel lebih menghormati kesucian bulan Ramadan dan situs tersuci ketiga umat Islam ini.

Namun, yang terjadi, setiap tahun terutama bulan Ramadan eskalasi kekerasan polisi Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa semakin menjadi-jadi.
 
Menurut Fahira, negara-negara Arab yang sudah menormalisasi hubungan dengan Israel, saat ini aksinya bukan sekadar mengecam tetapi harus ada tindakan nyata kepada Zionis Israel.

Penderitaan rakyat Palestina semakin menjadi seperti sekarang ini, karena belum bersatunya negara-negara muslim membebaskan Palestina dari penjajahan dan rezim apartheid Israel.

“Harus ada sanksi yang benar-benar nyata untuk rezim zionis dan pendukung internasionalnya karena mereka bertanggung jawab atas konsekuensi kejahatan kemanusiaan atas rakyat Palestina,” pungkas Fahira Idris.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya