Berita

Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN), Dady Palgunadi/Net

Politik

Relawan Puan Masih Ragukan Komitmen Jokowi Soal Masa Jabatan Presiden

SENIN, 18 APRIL 2022 | 20:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang tetap patuh pada konstitusi terkait penolakan perpanjangan dan penambahan masa jabatan presiden patut diragukan.

Pasalnya, hingga kini Jokowi masih membiarkan beberapa menteri yang menjadi sumber kegaduhan soal penundaan Pemilu 2024, bercokol di kabinet.

"Sumber dari kegaduhan soal penundaan Pemilu kan dari Istana. Misalnya, Menko Marvest, Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim memiliki big data sebanyak 110 juta orang menginginkan perpanjangan masa jabatan presiden," kata Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN), Dady Palgunadi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/4).


"Lalu, ada Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia yang bilang investor masih menginginkan Jokowi tetap berkuasa," imbuh Deddy yang menggerakkan relawan pendukung Ketua DPR RI Puan Maharani.

Menurut Dady, yang paling penting adalah bagaimana para menteri fokus terhadap bidangnya masing-masing, bukan cawe-cawe perpanjangan jabatan atau penambahan periode presiden.

"Beban hidup masyarakat semakin meningkat dengan naiknya sejumlah harga bahan pokok. Belum lagi soal perekonomian yang baru mau pulih akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Jangan sampai kegaduhan-kegaduhan politik malah membuat kondisi yang mulai memulih jadi kontraproduktif," kata Dady.

Untuk itu, sambungnya, ketegasan Jokowi diuji melalui sikapnya dalam menindak tegas para menteri yang tidak melaksanakan tugas dengan baik atau memiliki agenda politik terselubung.

"Bila Jokowi tidak mencopot menteri yang buat gaduh soal penundaan pemilu, maka ada kemungkinan Jokowi juga happy-happy saja bila jabatannya diperpanjang," ucap aktivis '98 yang terafiliasi di Front Jakarta ini.

Terlebih lagi, lanjut Dady, meski waktu pemilu sudah ditentukan, anggarannya tetap belum jelas. Dady mencurigai, hal itu bisa menjadi alasan pemerintah untuk menunda pemilu.  

"Meski waktu pelaksanaan pemilu sudah ditetapkan, saya masih curiga tetap ada peluang bagi Jokowi untuk memperpanjang masa jabatan. Bisa saja alasannya anggarannya belum ada lah, masih pandemi Covid-19 lah, dan sebagainya," tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya