Berita

Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan/Net

Politik

Belajar dari Tantangan Eksternal, Budi Gunawan: Ekonomi Indonesia Harus Mampu Cukupi Kebutuhan Esensial

SENIN, 18 APRIL 2022 | 15:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Indonesia seharusnya patut bersyukur atas keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 dan fokus fokus melakukan langkah-langkah pemulihan lanjutan. Hanya saja, rasa syukur itu sedikit mendapat tantangan dari dinamika geopolitik global.

Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, salah satu tantangan nyata hari ini adalah gejolak konflik Ukraina-Rusia yang berpengaruh banyak pada stabilitas global.

“Konflik Ukraina berdampak pada kelangkaan berbagai kebutuhan pokok, memicu inflasi bahkan ancaman stagflasi di sejumlah negara," ujar Budi Gunawan dalam keterangannya, Senin (18/4).


"Di Tanah Air, dampaknya sangat dirasakan masyarakat kebanyakan akibat kenaikan harga-harga yang tak terhindari. Terutama harga bahan bakar, pangan, dan berbagai produk turunannya,” imbuhnya.

Budi menyampaikan, pemerintah telah meluncurkan serangkaian program bantalan ekonomi untuk masyarakat, khususnya golongan miskin dan rentan yang nilainya mendekati Rp 500 triliun.

Alasan disiapkannya bantalan sosial itu, lanjut Budi, apabila tekanan di sektor ekonomi ini tidak diatasi, efeknya bisa merembet ke kehidupan sosial politik. Sementara, Indonesia saat ini sedang menghadapi agenda nasional, yaitu Pemilu dan Pilkada serentak 2024.

“Semua itu merupakan program afirmasi pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat kebanyakan agar kehidupan sosial ekonomi kita yang selama ini kondusif tetap terjaga,” jelasnya.

Budi yang juga Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini menambahkan, pelajaran paling berharga dari kondisi eksternal yang sangat berdampak ke perekonomian nasional ini, adalah perlunya upaya kita semua untuk menciptakan kemandirian ekonomi.

"Yaitu ekonomi yang mampu mencukupi kebutuhan esensial (self sufficient) bangsa dan mendukung ketahanan nasional," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya