Berita

Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa/Net

Dunia

Tak Indahkan Protes, Presiden Sri Lanka Lantik Jajaran Kabinet Baru

SENIN, 18 APRIL 2022 | 12:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah aksi protes anti-pemerintah yang semakin intens untuk menuntut pengunduran dirinya, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa justru melantik kabinet baru.

Rajapaksa melantik jajaran menterinya pada Senin (18/4) dalam skala kecil dan terbatas untuk memastikan kelancaran fungsi pemerintah.

"Kabinet baru akan dilantik hari ini. Presiden dan Perdana Menteri (Mahinda Rajapaksa) akan melanjutkan (pemerintahan). Beberapa wajah baru dan muda akan diambil sebagai menteri kabinet," kata seorang anggota parlemen, seperti dikutip ANI News.


Seluruh kabinet Sri Lanka mengundurkan diri pada minggu pertama April karena protes anti-pemerintah besar-besaran.

Sebuah partai oposisi di Sri Lanka menentang keputusan presiden untuk menunjuk kabinet baru dengan menteri-menteri yang tidak berpengalaman.

Kabinet baru tampaknya menghadapi tantangan berat di tengah aksi protes dan juga menjelang sidang parlemen pada 19 April.

Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi parah karena utang yang menumpuk, dampak pandemi, hingga perang di Ukraina. Akibat kekurangan devisa, negara sulit mengimpor makanan dan bahan bakar.

Situasi ini kemudian memicu protes besar-besaran, menuntut pengunduran diri pemerintahan yang dipimpin keluarga Rajapaksa.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya