Berita

Perbatasan Afghanistan dan Pakistan/Net

Dunia

Ketegangan Meningkat, Serangan di Perbatasan Afghanistan-Pakistan Makin Intens

MINGGU, 17 APRIL 2022 | 16:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan di perbatasan Pakistan dan Afghanistan meningkat. Itu terjadi sehari setelah serangan udara dari Pakistan menargetkan wilayah Afghanistan.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (17/4), Kantor Luar Negeri Pakistan mengatakan pasukan keamanannya telah menjadi sasaran dalam serangan lintas perbatasan yang meningkat.

"Dalam beberapa hari terakhir, insiden di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan telah meningkat secara signifikan, di mana pasukan keamanan Pakistan menjadi sasaran dari seberang perbatasan," kata kantor tersebut, seperti dikutip Reuters.


Dikatakan, serangan tersebut terjadi meski Islamabad telah berulang kali meminta pihak berwenang Afghanistan menghentikan para gerilyawan di perbatasan.

Tujuh tentara Pakistan disebutkan tewas di daerah perbatasan Waziristan Utara pada Kamis (14/5). Waziristan Utara berbatasan dengan provinsi Afghanistan timur Khost, yang menjadi sasaran serangan udara pada Jumat (15/4).

Seorang pejabat Taliban lokal di Khost mengklaim setidaknya 36 orang, termasuk warga sipil, telah tewas.

Sebagai tanggapan, pada Sabtu (16/4), otoritas Taliban memanggil duta besar Pakistan di Kabul untuk memprotes serangan tersebut.

Seorang pejabat Taliban setempat dan penduduk mengatakan serangan itu dilakukan oleh pesawat Pakistan di dalam wilayah udara Afghanistan.

Kedutaan Pakistan di Kabul membantah melakukan serangan udara. Sementara Kantor Luar Negeri Pakistan tidak membahas serangan udara.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut.

"UNAMA sangat prihatin dengan laporan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sebagai akibat dari serangan udara di provinsi Khost dan Kunar," kata UNAMA di Twitter.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya