Berita

Kandidat Presiden Prancis, Marine Le Pen/Net

Dunia

Le Pen: Jika Uni Eropa Embargo Gas Rusia, AS Harus Bayar Ganti Rugi ke Prancis

MINGGU, 17 APRIL 2022 | 07:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) harus memberikan kompensasi kerugian kepada Prancis jika Uni Eropa mengembargo energi Rusia.

Begitu yang disampaikan oleh kandidat Presiden Prancis, Marine Le Pen dalam sebuah wawancara dengan BFM TV, seperti dikutip Fars News, Sabtu (16/4).

"Amerika, yang akan menjual gas cair kepada kami dan mendapatkan keuntungan besar darinya, dapat mentransfer uang ke Prancis sebagai kompensasi atas sanksi anti-Rusia,” kata Le Pen.


Le Pen juga menyebut Washingtpn telah menekan Uni Eropa untuk memberikan sanksi kepada perusahaan energi Rusia.

Menurutnya, jika AS berhasil menghentikan impor gas Rusia ke Uni Eropa, maka pengeluaran bahan bakar Prancis menjadi sangat tinggi. Namun AS tampaknya tidak terlalu peduli dengan keadaan buruk yang dialami rakyat Prancis, alih-alih hanya tertarik pada peningkatan ekspornya ke Uni Eropa.

Uni Eropa telah memberlakukan beberapa sanksi terhadap Rusia setelah Moskow meluncurkan operasi militer ke Ukraina.

Sementara Uni Eropa telah menempatkan banyak sanksi di Moskow selama beberapa minggu terakhir, negara-negara anggotanya belum dapat mencapai kesepakatan untuk melarang impor energi Rusia.

Banyak negara Uni Eropa sangat bergantung pada energi Rusia, dan beberapa tidak memiliki alternatif.

Saat ini, Rusia memasok sekitar 40 persen dari gas yang digunakan oleh negara-negara Uni Eropa dan sekitar sepertiga dari minyak mereka.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya