Berita

Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar/RMOL

Politik

Cak Imin: Indonesia Punya Kekuatan Hadapi Persaingan, Bukan Bangsa Jajahan Global

SABTU, 16 APRIL 2022 | 01:18 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Meski menghadapi tantangan yang tidak mudah, bangsa Indonesia harus menjadi bangsa adidaya, bukanlah sebagai sebuah bangsa yang menjadi sasaran jajahan global.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar saat mengisi acara Webinar Kominfo dengan tema Media Digital: Upaya memperkuat karakter bangsa dan bela negara, Jumat (15/4).

Menurut politisi yang karib disapa Cak Imin ini, saat ini Indonesia menghadapi tantangan global yang tidak mudah. Pandangan Cak Imin, sebagai negara, Indonesia selalu menjadi ajang perebutan bagi para pemain seluruh dunia.


"Baik itu pemain ekonomi, pemain ideologi dan juga pasar di dalam menjual produk-produk globalnya," kata Cak Imin.

Dalam pandangan Ketua Umum DPP PKB ini, Indonesia menarik bagi para pemain di dunia karena memiliki jumlah penduduk yang besar. Selain itu, sebagai sebuah negara, wilayahnya luas dan kandungan sumber daya alam sangat melimpah.

Salah satu dampaknya, kata Cak Imin Indonesia harus menghadapi banyak ideologi. Mulai anti nasionalis, dan ideologi yang memecah belah persatuan kita.

Atas dasar kondisi itu, Cak Imin berpendapat, harus ada antisipasi secara baik dan senantiasa menjadi garda terdepan dalam merawat kekuatan NKRI.

Keyakinan Cak Imin, jika antisipasi dilakukan dengan baik maka bangsa Indonesia tidak akan menjadi bangsa jajahan global. Menurut Cak Imin, Indonesia akan jadi bangsa yang kuat, tumbuh, merdeka dan menjadi bangsa yang adidaya.

"Bangsa yang punya kekuatan menghadapi persaingan global. Kita punya kesempatan, kita punya syaratnya untuk menjadi bangsa adidaya,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya