Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri/RMOL

Publika

Jumat Agung dan Ramadhan, Memahami Nilai Universal Setiap Agama

JUMAT, 15 APRIL 2022 | 13:35 WIB | OLEH: H. FIRLI BAHURI

HARI ini, Jumat 15 April 2022, umat Nasrani dunia khususnya di Indonesia, tengah memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih, atau biasa disebut Jumat Agung, yang sarat makna serta nilai-nilai hidup bagi umat manusia.

Sebagai umat beragama yang berpedoman pada sila-1 Pancasila, tidak sedikit tauladan baik dari Hari Kenaikan Isa Almasih yang dapat kita petik dan jadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk fana di dunia ini.

Tahun ini, perayaan kenaikan Isa Almasih menjadi istimewa karena dirayakan oleh umat Kristiani di tengah umat Islam yang sedang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Tahun 2021 lalu bahkan perayaan Jumat Agung terjadi tepat pada Hari Raya Idul Fitri 1442H.


Kebersamaan waktu ini juga bagi saya pribadi membangkitkan rasa untuk memahami nilai-nilai universal dari setiap agama. Paskah adalah tentang pengorbanan dan keyakinan bahwa kebaikan akan mendapat imbalan kelak. Kenaikan Isa Almasih diyakini sebagai bukti nyata adanya kehidupan setelah kematian.

Bukan hanya Kristen, ada banyak agama juga mengingatkan umat bahwasanya dunia ini hanyalah tempat tinggal sementara, di mana seluruh amal, ibadah dan dosa dari perbuatan manusia semasa hidupnya, akan diperhitungkan kelak nantinya.

Dalam suasana Ramadhan dan dalam konteks ini, korupsi sebagai kejahatan yang jelas termasuk dosa besar yang harus dipertanggungjawabkan oleh pelaku dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, baik di dunia maupun di akhirat.

Jahatnya korupsi bukan hanya merugikan keuangan atau perekonomian yang dapat menggagalkan tujuan bernegara sebuah bangsa. Lebih dari itu, korupsi membuat para pelakunya (koruptor) berani mengingkari ajaran dan nilai-nilai agama serta ketuhanan yang dianut serta dipercayainya.

Dalam suasana seperti ini, saya tidak bosan bosan untuk mengingatkan bahwa tidak ada satu pun agama atau aliran kepercayaan di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk berperilaku koruptif, atau memperbolehkan pengikutnya melakukan kejahatan korupsi.

Maka, tidak berlebihan jika saya katakan koruptor termasuk golongan manusia yang merusak agama dan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.  Koruptor adalah manusia bermental curang selalu ingin mengambil untung dengan cara yang tidak legal dan tidak halal.

Dan hanya setan dan iblis yang menghasut manusia untuk mengingkari agama dan nilai-nilai ketuhahan, agar dapat merengkuh indahnya surga dunia yang dapat dibayar dengan uang mudah dan berlimpah dari tindak pidana korupsi.

Dalam suasana Ramadhan dan perayaan agama yang syahdu ini, saya ingin kembali ingatkan dan mengajak seluruh umat beragama untuk senantiasa ingat akan khittah kita sebagai manusia, seorang hamba yang kelak akan kembali kepada-Nya.

Bukan harta benda dan uang berlimpah apalagi hasil korupsi yang menjadi bekal saat berhadapan langsung dengan Sang Maha Pencipta di akhirat nanti. Bukan baju wah atau mobil mewah, namun hanya selapis kain kafan yang kita kenakan serta amal ibadah dan perbuatan sebagai bekal kita saat ke khadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Hari Kenaikan Almasih seyogianya mengingatkan dan menyadarkan umat agar senantiasa melakukan hal terbaik dalam hidupnya seperti menerapkan budaya antikorupsi dengan berperilaku jujur, sederhana, menjaga akhlak, moral dan integritas, sebagai bekal di akhirat nanti.

Dengan semangat antikorupsi, mari peringati Hari Kenaikan Isa Almasih dengan menebar kasih, menyemai nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran dan kebaikan kepada segenap anak bangsa di republik ini, agar Indonesia maju, sejahtera, aman dan damai sentosa, mulai dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote, di mana kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat terwujud apabila korupsi benar-benar sirna dari bumi pertiwi.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI)

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya