Berita

Kepala Center of Digital Economy and SME’s Indef, Eisha M. Rachbini/Net

Politik

Eisha Rachbini: Kenaikan Harga Komoditas karena Permintaan dan Pasokan Tidak Seimbang usai Pandemi Mereda

JUMAT, 15 APRIL 2022 | 01:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ada dua faktor penting yang bisa menjelaskan mengapa belakangan ini terjadi kenaikan harga komoditas seperti minyak goreng yang cukup massif. Salah satunya, adalah ketidakberimbangan antara permintaan pasar dengan tingkat produksi.

Begitu dikatakan Kepala Center of Digital Economy and SME’s Indef, Eisha M. Rachbini dalam webinar bertema “Keluh Kesah Masyarakat, Saat Harga Pangan dan Energi Meningkat”, Kamis (14/4).

Ketidakseimbangan permintaan dan pasokan, kata Eisha, terjadi setelah meredanya pandemi Covid-19 di dunia, yang menyebabkan terhentinya semua aktivitas ekonomi dan sosial. Seperti permintaan yang berangsur pulih dari konsumen akan komoditas minyak goreng belum disambut memadai oleh sisi supply.


"Hal itu terjadi karena kecepatan demand tidak dapat diimbangi oleh faktor produksi di industri karena masih terhambat akibat terhentinya produksi karena pandemi," ujar Eisha.

Faktor kedua, kata dia, terjadi disrupsi supply chain, di mana selama pandemi terjadi layoff shipping firm yang mengganggu distribusi barang di seluruh dunia.

"Akibatnya supply terhambat dan tidak memenuhi permintaan pasar barang dan jasa yang mulai berangsur pulih," katanya.

Dua kondisi itu, lanjutnya, semakin diperburuk dengan terjadinya perang Rusia dan Ukraina yang langsung mendorong kenaikan harga minya bumi di atas 100 dolar AS per barel. Begitu pula harga komoditas yang lain seperti CPO, batubara, nikel dan kakao.

"Rusia dan Ukraina adalah produsen terbesar gandum dunia, oil, metal, nikel dan batubara serta bahan baku fertilizer. Perang mengakibatkan harga komoditas-komoditas penting tersebut naik tinggi," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya