Berita

Evakuasi warga Ukraina/Net

Dunia

PBB: Perang Ukraina Membuat 1,7 Miliar Orang Kesulitan Dapat Makanan Hingga Energi

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 12:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 1,7 miliar orang di seluruh dunia telah terdampak akibat invasi Rusia ke Ukraina, di mana pasokan makanan, energi, dan keuangan terganggu.

Begitu yang dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres pada Rabu (13/4), seperti dikutip Anadolu Agency.

“Sebanyak 1,7 miliar orang, sepertiga di antaranya sudah hidup dalam kemiskinan, sekarang sangat rentan terhadap gangguan dalam sistem pangan, energi dan keuangan yang memicu peningkatan kemiskinan dan kelaparan,” kata Guterres.


Guterres mengatakan 36 negara mengandalkan Rusia dan Ukraina untuk lebih dari setengah impor gandum mereka, termasuk beberapa negara termiskin dan paling rentan.

Sebelum perang, harga gandum dan jagung sudah naik, namun memburuk hingga meroket 30 persen sejak dimulainya perang pada 24 Feberuari.

Mengingat Rusia adalah pemasok energi utama, harga minyak, gas alam, dan pupuk juga menjadi tinggi.

"Harga minyak naik lebih dari 60 persen selama setahun terakhir, mempercepat tren yang berlaku. Hal yang sama berlaku untuk harga gas alam, yang telah naik 50 persen dalam beberapa bulan terakhir," ujar Guterres.

"Ketika harga naik, begitu juga kelaparan dan kekurangan gizi, terutama untuk anak-anak," tambahnya.

Melihat situasi tersebut, Guterres mendesak agar perang segera diakhiri dan negosiasi perdamaian perlu dipercepat.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya