Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jerman Bisa Rugi Rp 3.442 Triliun Jika Rusia Setop Kirim Gas

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 10:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman akan sangat terdampak jika Rusia menghentikan pasokan gasnya di tengah invasi Moskow ke Ukraina, yang menjadi sumber titik panas dengan Barat.

Sebuah laporan bersama dari sejumlah lembaga think-tank pada Rabu (13/4) menunjukkan besarnya kerugian Jerman, yaitu hingga 220 miliar euro atau Rp 3.442 triliun selama 2022 dan 2023, jika pasokan gas Rusia terganggu.

Laporan tersebut dibuat oleh Institut Jerman untuk Riset Ekonomi (DIW Berlin), Institut ifo (Munich), Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia (IfW Kiel) dan Institut Halle untuk Riset Ekonomi (IWH), dan RWI (Esen).


Dikatakan, gangguan langsung pada pasokan gas alam Rusia bisa mempengaruhi lebih dari 6,5 persen output ekonomi tahunan Jerman.

"Ekonomi Jerman sedang melewati perairan yang sulit dan menghadapi tingkat inflasi tertinggi dalam beberapa dekade," kata laporan itu.

Situasi perang di Ukraina juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman dari 4,8 persen menjadi hanya 2,7 persen pada 2022, dan 3,1 persen pada 2023.

"Gelombang kejutan dari perang di Ukraina membebani aktivitas ekonomi di sisi penawaran dan sisi permintaan," terang wakil presiden dan direktur riset siklus bisnis dan pertumbuhan di Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia, Stefan Kooths.

“Kenaikan harga komoditas energi penting setelah invasi Rusia semakin memicu tekanan kenaikan harga," tambahnya.

Lebih lanjut, jika pasokan energi berhenti, ekonomi Jerman bisa diproyeksikan anjlok ke 1,9 persen untuk tahun ini.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya