Berita

Sri Lanka hadapi kekurangan makanan, bahan bakar, hingga listrik akibat krisis ekonomi terburuk/Net

Dunia

Kurangi Dominasi China, India Siap Gelontorkan Lebih Banyak Bantuan ke Sri Lanka

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 09:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India telah mengulurkan tangannya kepada India dengan berkomitmen memberikan bantuan keuangan tambahan senilai 2 miliar dolar AS ke negara yang tengah menderita akibat krisis ekonomi parah itu.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya New Delhi untuk mendapatkan kembali Sri Lanka yang dalam beberapa tahun terakhir berada di bawah pengaruh China.

"Kami masih dapat memberi mereka hingga 2 miliar dolar AS dalam pertukaran dan dukungan," kata sumber senior di pemerintahan, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/4).


Sumber juga menyoroti peringatan Sri Lanka pada Selasa (12/4) terkait default pada pembayaraan utang yang mengkhawatirkan.

Menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak merdeka pada 1948, Sri Lanka berada di ambang default utang pertamanya.

Sejauh ini Sri Lanka telah meminta negara-negara sahabat, termasuk India dan China untuk jalur kredit, makanan dan energi.

Hingga saat ini, India telah memberikan 1,9 miliar dolar AS ke Sri Lanka dalam bentuk pinjaman, jalur kredit, dan pertukaran mata uang. Sri Lanka juga mencari jalur kredit 500 juta dolar AS lagi untuk bahan bakar.

Sementara China telah memperpanjang pinjaman sindikasi 1,3 miliar dolar AS dan swap dalam mata uang 1,5 miliar dolar AS, sementara negosiasi sedang berlangsung untuk lebih banyak pinjaman dan jalur kredit.

Salah satu sumber mengatakan New Delhi ingin Sri Lanka mengurangi ketergantungannya pada China.

Sri Lanka sendiri memiliki utang luar biasa sekitar 3,5 miliar dolar AS dengan China, atau 10,8 persen dari total utang negara itu.

"Kami ingin mereka mengurangi tingkat utang mereka dari China dan kami ingin menjadi mitra yang lebih kuat," kata sumber itu.

Sumber lain mengatakan, India juga telah mengirim kapal dengan gula, beras dan gandum. Hal yang tidak dilakukan oleh China ketika Sri Lanka menghadapi kelangkaan makanan akibat krisis.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya