Berita

Detik-detik Ade Armando dikeroyok sekelompok massa saat hadir di tengah aksi mahasiswa di depan gedung DPR RI/RMOL

Politik

Rocky Gerung: Orang Melihat Ade Armando Bukan Lagi Dosen, Tapi Seorang Buzzer Istana

RABU, 13 APRIL 2022 | 19:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengeroyokan terhadap Ade Armando disinyalir karena pengetahuan publik yang mengenal dirinya sebagai seorang buzzer.

Begitu analisis aktivis politik Rocky Gerung, yang disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya pada Rabu (13/4).

Rocky tak bisa memungkiri latar belakang Ade Armando yang juga sebagai dosen di FISIP Universitas Indonesia (UI), dan datang ke DPR dengan mengaku ingin memantau jalannya aksi mahasiswa lantaran dia juga menolak jabatan presiden menjadi 3 periode.


"Ade datang kesitu tentunya seide dengan mahasiswa yang menolak 3 periode. Tapi yang tidak dianalisis adalah, kapasitas Ade Armando tidak lagi dilihat dengan kacamata yang akademis, bahwa Ade adalah seorang dosen," ujar Rocky.

"Tapi yang tercipta adalah Ade seorang influencer, buzzer. Jadi itu sebetulnya dasarnya, sehingga terjadi kekerasan," sambungnya.

Menurut Rocky, jika selama ini Ade Armando tidak begitu dikenal sebagai seorang buzzer atau penggumam yang memihak kepada rezim Jokowi, maka orang akan menganggapnya sebagai lawan berdebat saja.

"Tapi bagi publik yang mengalami semacam, sebut saja demagogue selama ini, buzzer adalah penjilat, pengabdi istana yang berusaha untuk memanipulasi data dan fakta," tuturnya.

Meski begitu, Rocky menyayangkan adanya tindak kekerasan terhadap Ade Armando di tengah-tengah aksi mahasiswa di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (11/4), oleh orang yang belum diketahui identitasnya hingga sekarang ini.

"Tentu kita tidak menghendaki itu ya. Dan Demokrasi melarang itu, dan mahasiswa tau prinsip itu. Karena itu mereka yang selalu menunjukkan sikap matang sebetulnya," kata Rocky.

"Jadi kalau terjadi kekerasan semacam itu maka reaksi pertama itu pasti bukan mahasiwa," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya