Berita

Gubernur Bank Sentral, P. Nandalal Weerasinghe/Net

Dunia

Butuh Uang untuk Bertahan Hidup, Sri Lanka Tunda Bayar Utang Luar Negeri

RABU, 13 APRIL 2022 | 11:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Krisis ekonomi parah yang dihadapi Sri Lanka membuat negara tersebut semakin kesulitan untuk membayar utang. Bahkan otoritas mengatakan telah menunda pembayaran utang demi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Bank Sentral Sri Lanka pada Selasa (12/4) mengungkap, saat ini cadangan devisa negara telah merosot lebih dari dua pertiga selama dua tahun terakhir.

Itu terjadi lantaran pemotongan pajak hingga dampak pandemi Covid-19 yang sangat merugikan pariwisata. Sementara itu, utang terus menumpuk.


Gubernur Bank Sentral, P. Nandalal Weerasinghe mengatakan, tidak mungkin bagi Sri Lanka saat ini membayar utang. Sehingga lebih baik dana yang ada digunakan untuk bertahan hidup.

"Sudah sampai pada titik bahwa melakukan pembayaran utang itu menantang dan tidak mungkin... Kita perlu fokus pada impor penting dan tidak perlu khawatir tentang pembayaran utang luar negeri," jelasnya, seperti dikutip Reuters.

Weerasinghe mengatakan penangguhan pembayaran akan dilakukan sampai Sri Lanka mencapai kesepakatan dengan kreditur, dan menunggu dukungan program pinjaman dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

"Ini adalah default. Ini tidak bisa dihindari. Ini positif bagi perekonomian karena kami menggunakan sumber daya valuta asing yang langka untuk membayar utang kami ketika kami tidak mampu," kata kepala eksekutif J.B Securities, Murtaza Jafferjee.

Sri Lanka memiliki pembayaran utang luar negeri sekitar 4 miliar dolar AS yang jatuh tempo tahun ini, termasuk obligasi negara internasional 1 miliar dolar AS yang jatuh tempo pada bulan Juli.

Krisis ekonomi di Sri Lanka telah memicu aksi protes besar-besaran terhadap pemerintahan Presiden Gotabaya Rajapaksa, dengan warga mengeluhkan kelangkaan bahan bakar, listrik, makanan, hingga obat-obatan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya