Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Kartu Prakerja, Cara Memulihkan Ekonomi Melalui Peningkatan Kompetensi

RABU, 13 APRIL 2022 | 05:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Program Kartu Prakerja jadi cara jitu pemerintah untuk memanfaatkan era digitalisasi dalam pemulihan ekonomi nasional dengan memberikan pemberkalan skill dan kompetensi bagi kelompok usia kerja.

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual dalam kegiatan Temu Alumni Prakerja Pulau Nias 2022, Selasa (12/4).

“Program Kartu Prakerja bertujuan untuk memulihkan perekonomian melalui peningkatan kompetensi, produktivitas, dan daya saing angkatan kerja serta mendorong kewirausahaan,” ujar Airlangga Hartarto.


Dengan tujuan tersebut, kata dia, Kartu Prakerja dituntut untuk mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah. Melalui digitalisasi, Kartu Prakerja juga telah memberikan manfaat kepada lebih dari 11,4 juta penduduk di 514 kabupaten/kota selama tahun 2020 hingga 2021, salah satunya adalah Pulau Nias yang merupakan pulau di sisi terluar Indonesia.

Sepanjang tahun 2020 hingga 2021, dikatakan Ketua Umum Partai Golkar ini, total penerima Kartu Prakerja di Pulau Nias sebanyak 29.546 dengan total dana tersalurkan mencapai Rp 71,2 miliar yang tersebar di 5 kabupaten/kota.

Sementara dalam skala provinsi dan di kurun waktu yang sama, penerima Kartu Prakerja di Sumatera Utara tercatat mencapai 453.779 dengan dana tersalurkan sebesar Rp 1,1 triliun.

Selain itu, dengan berbagai pilihan pelatihan yang ditawarkan, penerima Kartu Prakerja di Pulau Nias cenderung tertarik pada kategori penjualan dan pemasaran, gaya hidup, manajemen, serta makanan dan minuman.

Masih kata Airlangga, menurut hasil evaluasi yang telah dilakukan, pelaksanaan Kartu Prakerja di Pulau Nias menunjukkan adanya dampak positif dari segi status kebekerjaan dan kewirausahaan para penerima Kartu Prakerja.

“Sebanyak 23 persen sampai 28 persen penerima Kartu Prakerja di Pulau Nias mengalami perubahan dari tidak bekerja menjadi bekerja. Sekitar 11 persen sampai 14 persen penerima Kartu Prakerja yang menganggur sebelum program, saat ini telah berwirausaha,” demikian Airlangga.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya