Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Hentikan Kekerasan Ragawi Maupun Verbal!

SELASA, 12 APRIL 2022 | 16:52 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBAGAI pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan, saya bersyukur alhamdullilah bahwa dalam menunaikan tugas mengawal rakyat yang turun ke jalan pada tanggal 11 April 2022 laskar polisi dilarang membawa senjata api.

Larangan membawa senjata api merupakan fakta yang membuktikan kesungguhan hati aparat keamanan negara menghindari kekerasan. Dari pihak pendemo juga tampak berusaha keras menghindari kekerasan sehingga dambaan yang tersirat dan tersurat di dalam Doa Untuk Demo 11 April pada hakikatnya terkabul.

Meski wajar tiada gading tak retak ,namun sangat disayangkan telah terjadi insiden penganiayaan terhadap Ade Armando sehingga tokoh media sosial garis keras ini terpaksa dirawat di Rumah Sakit Siloam.


Polemik pro-kontra tampil di panggung dunia maya tentang layak-tidaknya Ade Armando dianiaya. Ada yang membenarkan namun ada pula yang tidak membenarkan.

Namun sebagai pendiri Sanggar Pembelajaran Kekerasan, jelas bahwa saya tidak layak membenarkan kekerasan yang dilakukan manusia terhadap manusia apa pun alasannya. Hukum telah memberikan jalan keluar dari perangkap kekerasan yang dilakukan manusia terhadap manusia.

Silakan suka atau tidak suka terhadap Ade Armando, sama halnya dengan suka atau tidak suka terhadap polisi atau mahasiswa, namun sesuai sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, maka adalah tidak adil dan tidak beradab apabila ada warga Indonesia yang tega melakukan penganiayaan  terhadap sesama warga Indonesia.

Di masa Reformasi dan masa medsos bahkan kekerasan berkembang tidak hanya terbatas dalam bentuk kekerasan ragawi. Melalui jalur media sosial kekerasan juga merajalela dalam bentuk angkara murka kekerasan verbal yang menganiaya batin manusia.

Kekerasan verbal bahkan memecah-belah bangsa dengan caci maki hewani seperti anjing, babi, cebong, kampret dan teranyar adalah kadrun sebagai akronim kadal gurun demi menganiaya perasaan yang menjadi sasaran caci maki.

Kadrun malah bersifat SARA sebab dikaitkan dengan agama dan ras tertentu.

Maka, sebagai pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan dengan penuh kerendahan hati saya bersujud memanjatkan doa permohonan kepada Yang Maha Kasih berkenan bermurah hati menganugerahkan kesembuhan bagi Ade Armando.

Di samping juga saya memohon perkenan Yang Maha Kasih menganugerahkan kekuatan lahir batin kepada bangsa Indonesia agar segera menunaikan Jihad Al-Nafs demi menghentikan segenap angkara murka kekerasan ragawi mau pun verbal, berupa caci maki dan hujatan demi bukan merusak, namun justru merawat sila poros Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. AMIN.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya