Berita

Militer China/Net

Dunia

Pengamat Beijing: AS Sengaja Sebarkan Teori 'Ancaman China' untuk Mengembangkan Senjata Nuklir

SELASA, 12 APRIL 2022 | 06:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laporan media AS Wall Street Journal (WSJ) baru-baru ini mengenai dugaan adanya ekspansi persenjataan nuklir China menarik tanggapan dari para pengamat Beijing.

Mereka menyebut bahwa Amerika Serikat sengaja mengangkat isu dan teori ancaman China sebagai alasan untuk memperluas persenjataan nuklirnya sendiri.

Mengutip sumber, WSJ dalam laporan yang dirilis Sabtu mengatakan bahwa China telah mempercepat perluasan persenjataan nuklirnya karena perubahan penilaiannya terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh AS.


Laporan itu muncul hanya beberapa hari setelah Laksamana Charles Richard, kepala Komando Strategis AS, mengklaim pada 5 April bahwa uji coba pertama China terhadap kendaraan luncur hipersonik yang diluncurkan rudal balistik antarbenua Juli lalu adalah pencapaian teknologi dengan implikasi serius bagi stabilitas.

"Kendaraan hipersonik terbang 40.000 kilometer selama lebih dari 100 menit, menandai jarak terbesar dan waktu penerbangan terlama dari setiap sistem senjata serangan darat negara mana pun hingga saat ini," tulis Richard dalam kesaksiannya.

WSJ dan Richard mengklaim bahwa China telah membangun lebih dari 100 dugaan silo rudal di wilayah barat terpencil China yang dapat digunakan untuk menampung rudal berujung nuklir yang mampu mencapai AS.

"Ini adalah spekulasi murni, dan AS telah menggembar-gemborkan topik ini untuk waktu yang lama, dan itu bukan hal baru," kata Zhang Junshe, seorang peneliti senior di Akademi Riset Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, seperti dikutip dari Global Times, Senin (11/4).

"Dengan berulang kali meningkatkan dan membangun ketegangan, AS menciptakan alasan untuk memperluas persenjataan nuklirnya sendiri, meskipun triad nuklir AS memimpin China dalam kualitas dan kuantitas," kata Zhang.

Seorang ahli strategi nuklir China yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa AS sedang menghentikan rudal balistik antarbenua Minuteman III yang mulai beroperasi pada 1960-an, dan sekarang sedang mengembangkan rudal balistik antarbenua Sentinel yang baru.

"Jadi jelas mengapa AS menemukan alasan untuk peningkatan ini," katanya.

Xu Guangyu, seorang ahli militer China, mengatakan bahwa AS mengandalkan kemampuan nuklirnya untuk mempertahankan hegemoninya, sehingga ia ingin menggunakan teori "ancaman China" sebagai alasan.

"Ekspansi NATO pimpinan AS ke arah timur pada akhirnya akan bertujuan untuk tidak hanya menahan Rusia, tetapi juga China, sehingga menghebohkan apa yang disebut ekspansi nuklir China juga merupakan cara untuk menghebohkan teori "ancaman China", kata Xu.

Fu Cong, Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Senjata di Kementerian Luar Negeri China, mengatakan dalam sebuah media briefing pada bulan Januari bahwa China tidak memiliki rencana untuk secara drastis memperluas persenjataan nuklirnya tetapi akan terus memodernkannya di bawah lingkungan keamanan yang berubah.

"China adalah satu-satunya kekuatan nuklir utama di dunia yang mengumumkan kebijakan larangan penggunaan pertama, dan China mempertahankan tingkat minimum kemampuan nuklir yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial," kata Zhang.

"Menghadapi kebutuhan saat ini dalam pertahanan nasional, China perlu terus mengembangkan persenjataan nuklirnya, dan AS melebih-lebihkannya," demikian Zhang.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya