Berita

Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gde Siriana Yusuf/Ist

Politik

Gde Siriana: Presiden Janji Pemilu Digelar 2024 Setelah Mahasiswa Turun ke Jalan, Gimana Rakyat Mau Percaya!

SENIN, 11 APRIL 2022 | 13:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepastian penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 yang disampaikan Presiden Joko Widodo sehari sebelum aksi unjuk rasa besar-besaran mahasiswa, sangat terlambat.

Begitu pendapat Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gde Siriana Yusuf, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/4).

"Menurut saya sudah terlambat. Rakyat sudah tidak percaya kepada rezim Jokowi yang tidak mampu mewujudkan janji-janji kampanye sejak 2014," ujar Gde Siriana.


Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) ini menjelaskan, kepastian pelaksanaan pemilu yang disampaikan Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu kemarin (10/4), lantaran takut dengan aksi mahasiswa pada hari ini.

"Jadi sekarang setelah rakyat marah, mahasiswa turun ke jalan, presiden kasih janji lagi soal Pemilu 2024. Tapi, bagaimana rakyat akan percaya?" tuturnya.

Oleh karena itu, Gde Siriana menganggap yang disampaikan Jokowi hanya untuk meredam aksi unjuk rasa mahasiswa. Di mana salah satu tuntutannya adalah bersikap secara tegas menolak penundaan pemilu.

Sementara berdasarkan catatannya, janji ekonomi Jokowi tidak pernah terealisasi. Misalnya, soal pertumbuhan ekonomi 7 persen, lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat, hingga penurunan angka kemiskinan dan atau ketimpangan sosial.

"Kini bisa dilihat pemerintah tidak mampu mengatasi persoalan harga minyak goreng, gas rumah tangga, BBM, dan harga sembako," sambungnya.

"Maka dari itu, kepercayaan itu bukan sehari dua hari. Harus dibangun dalam relasi-relasi yang intens dan seimbang dengan rakyat dalam waktu yang panjang," tandas Gde Siriana.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya