Berita

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison/Net

Dunia

Kampanye Australia Dimulai, PM Morrison Masih Unggul di Jajak Pendapat

SENIN, 11 APRIL 2022 | 10:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Australia memulai hari pertama kampanye resminya pada Senin (11/4), setelah Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan pemilu akan diadakan pada 21 Mei mendatang.

Dimuat Reuters, kampanye kali ini diperkirakan akan dipenuhi isu seputar tekanan biaya hidup, perubahan iklim dan pertanyaan tentang kepercayaan dan kompetensi partai-partai besar.

Hari pertama kampanye menunjukkan Morrison yang berusaha memperpanjang masa kepemimpinannya masih unggul dari oposisi.


Jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar The Australian menunjukkan petahana memperoleh 44 persen, sedangkan penantangnya dari Partai Buruh, Anthony Albanese memiliki 39 persen, turun 3 poin dari sejak Februari.

"Pemilihan ini adalah tentang sebuah pilihan," kata Morrison selama konferensi pers pada Senin.

Morrison sendiri menggambarkan kepemimpinan Albanese belum teruji dan tidak diketahui.

"Ini adalah pilihan antara manajemen ekonomi yang kuat dan manajemen keuangan yang kuat yang kontras dengan oposisi Partai Buruh yang orang Australia tahu tidak dapat dipercaya untuk mengelola uang," tambahnya.

Sebaliknya, Albanese menolak serangan Morrison atas pengalamannya sebagai seorang pemimpin dengan mengatakan dia siap untuk memerintah.

"Kami melihat pemerintah hanya peduli tentang biaya hidup hanya sampai pemilihan," kata Albanese.

Meski secara pribadi tetap stabil, namun Partai Nasional Liberal yang digawangi Morrison tampaknya mengalami penurunan, dan bahkan bisa kehilangan 10 kursi. Saat ini, pemerintahan Partai Buruh sendiri memiliki mayoritas dengan satu kursi di majelis rendah parlemen.

Jajak pendapat menunjukkan, Partai Buruh memimpin dengan 53-47 berdasarkan pilihan dua partai.

Sebuah survei terpisah yang dilakukan Sydney Morning Herald pada Senin memperkirakan koalisi yang berkuasa bisa kehilangan setidaknya 14 kursi, termasuk yang dianggap aman di negara bagian Queensland dan Australia Barat.

Sedangkan Partai Buruh tampaknya bisa kembali berkuasa untuk pertama kalinya sejak 2013.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya