Berita

Kawah berapi yang dijuluki Gerbang Neraka di Turkmenistan/Net

Dunia

Dapat Banyak Dukungan, Turkmenistan Segera Tutup Gerbang Neraka

SENIN, 11 APRIL 2022 | 09:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pihak berwenang Turkmenistan sedang bersiap untuk menutup "Gerbang Neraka" atau kawah gas alam di Darvaza setelah lebih dari lima dekade terakhir.

Kepala Institut Gas Alam Turkmenistan, Bayrammyrat Pirniyazov mengatakan para ilmuwan sedang mempelajari struktur geologis kawah, dengan bekerja sama dengan para ilmuwan dari Belarus dan Slovenia.

Berbicara dalam pidatonya di forum investasi internasional yang dikutip Anadolu Agency pada Senin (11/4), Pirniyazov menuturkan, selama kawah tersebut terbakar, sejumlah besar gas alam terus mengalir, dan merusak lingkungan.


Di samping itu, ia juga mengungkap adanya tawaran dari luar negeri untuk menutup kawah.

Presiden Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan, Odile Renaud-Basso, mengatakan organisasinya siap bekerja sama dengan Turkmenistan untuk mengurangi emisi gas berbahaya ke atmosfer dan menghentikan kebocoran gas di kawah.

Kawah gas Darvaza ditemukan dalam penggalian yang dilakukan pada 1970-an selama periode Uni Soviet. Kawah ini memiliki lebar 60 meter dan kedalaman 20 meter. Kawah telah terbakar selama 50 tahun terakhir karena gas alam yang dikandungnya.

Gas yang keluar dari kawah yang terbentuk setelah runtuhnya tanah dibakar karena merusak lingkungan dan ruang hidup di sekitar daerah tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya