Berita

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi/Net

Politik

Beda dengan PDIP Soal Demo BEM SI, Ketua PPP: Tidak ada Kata Terlambat, Konsolidasi Memang Butuh Waktu

SENIN, 11 APRIL 2022 | 04:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mahasiswa diminta untuk fokus terhadap isu yang mereka angkat dalam melakukan demonstrasi dan tidak ditunggangi oleh pihak tertentu yang dapat merugikan mahasiswa itu sendiri.

Begitu ditegaskan Ketua DPP PPP Achmad Baidowi ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, membahas soal rencana demonstrasi yang akan dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Minggu (11/4).

“Fokus pada isu yang diusung, mahasiswa tidak boleh ditunggangi oleh  kelompok lain yangbdapat merugikan mahasiswa itu sendiri,” ujar Achmad Baidowi.


Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini mengingatkan kepada mahasiswa untuk melakukan aksi secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

“Saya mengingatkan kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara damai tidak anarkis,” katanya.

Disinggung mengenai aksi mahasiswa yang dinilai telat oleh sebagian kalangan, anggota Komisi VI DPR RI ini berpendapat tidak ada kata terlambat dalam menyampaikan pendapat.

"Saya kira tidak ada yang terlambat itu bagian bentuk dari sikap politis mahasiswa. Memang konsolidasi membutuhkan waktu,” pungkasnya.

Salah satu figur yang menilai demonstrasi BEM SI sudah terlambat adalah Jurubicara PDI Perjuangan Deddy Yevri Hanteru Sitorus.
Bahkan, dia menilai gerakan demonstrasi BEM SI sebagai gerakan mahasiswa yang sedang genit dan cari perhatian pemerintah dan masyarakat lantaran apa yang disuarakan para mahasiswa itu tidak laku lagi.
"Jadi sejujurnya tidak ada alasan untuk demo berlebihan. Tetapi itu hak mereka saja meski bagi saya itu cuma kegenitan yang terlambat. Telat itu, bangunnya kesiangan karena momentumnya sudah lewat dan argumennya tidak fundamental,” kata Deddy.

Dalam aksinya nanti, BEM SI membawa sejumlah tuntutan, antara lain sebagai berikut;

1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode.

4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya