Berita

Tes Covid-19 di China/Net

Dunia

Shanghai Dikunci Ketat, Bahkan Miliarder China Kesulitan Cari Roti dan Susu

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 14:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Langkah otoritas Shanghai untuk menghentikan lonjakan kasus Covid-19 telah mencekik rakyat. Lantaran penguncian ketat, 25 juta penduduk Shanghai kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

Bahkan kesulitan tersebut juga turut dirasakan oleh seorang miliarder, Kathy Xu Xin.

Pada Kamis (7/4), sebuah tangkapan layar pesan dari pengusaha 55 tahun yang dijuluki "Ratu Modal Ventura China" itu menjadi viral di media sosial WeChat.


Pesan menunjukkan Xu meminta cara untuk membeli roti dan susu bagi keluarganya.  

"Bisakah ada tetangga yang memperkenalkan saya ke grup pembeli roti? Keluarga saya terdiri dari banyak orang. Kami membutuhkan roti dan susu. Terima kasih," kata Xu, seperti dikutip Asia One.

Xu menduduki peringkat ke-71 dalam "Investor Modal Ventura Terbaik Dunia 2021" oleh Forbes. Ia tinggal di Distrik Pudong, Shanghai.

Kemudian seorang tetangga berkata ia dapat menghubungkan Xu ke grup. Seorang wanita bernama Fiona Yu Fang yang juga seorang investor ekuitas bertanya, "Apakah itu Anda Presiden Xu?"

Utas percakapan mereka pun dibanjiri komentar bercanda.

“Saya pikir hanya kami fund manager yang tidak bisa mendapatkan popok. Saya tidak menyangka Xu Xin juga perlu bergabung dengan kelompok pembelian," tulis seorang pria bernama Jackey di WeChat.

“Saudari Xu, Anda adalah orang yang telah mengakuisisi YH Supermarket (jaringan supermarket terkemuka di daratan)," sindirnya.

"Dia telah berinvestasi dalam begitu banyak bentuk bisnis 'ritel baru', tetapi pada akhirnya masih harus menggunakan skema belanja bersama," tulis satu orang di Weibo.

"Bahkan miliarder harus berebut makanan seperti kita semua. Akhirnya ada satu masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan uang," kata yang lain.

Xu kemudian menjelaskan di WeChat bahwa dia merasa malu karena permintaan rotinya telah beredar luas.

“Anak saya membawa teman-teman sekelasnya untuk bermain di rumah saya. Rumah kami sekarang menampung 12 orang, menimbulkan permintaan makanan yang sangat besar. Jadi saya juga akan bergabung dengan kelompok pembelian, ”kata Xu.

Pada Sabtu (9/4), Shanghai mencatat 19.982 kasus Covid-19, membuat rekor harian untuk hari keenam berturut-turut. Penduduk Shanghai yang dikurung berisiko mendapat hukuman jika menyelinap keluar untuk barter makanan.

Di bawah penguncian, penduduk Shanghai telah membentuk tim untuk membuat pesanan belanja bersama secara online, karena sangat sulit untuk membeli makanan di aplikasi secara individual mengingat persaingan yang tinggi dan jumlah pekerja pengiriman menyusut.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya