Berita

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton/Net

Dunia

Meski Kepulauan Solomon Tak Izinkan China Bangun Pangkalan Militer, Australia Masih Khawatir

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 11:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski mengkritik kesepakatan keamanan antara China dan Kepulauan Solomon, Australia tampaknya cukup sangsi jika negara Pasifik tersebut mengizinkan Beijing mendirikan pangkalan militer di sana.

Berbicara dalam sebuah wawancara pada Minggu (10/4), Menteri Pertahanan Peter Dutton mengatakan pemerintah menaruh perhatian pada situasi yang berkembang saat ini.

"Kepulauan Solomon sudah sangat jelas bahwa mereka tidak akan mengizinkan pangkalan militer di sana," ujarnya, seperti dikutip AAP.


Meski begitu, Dutton melanjutkan, Australia masih tetap khawatir, mengingat Beijing yang terus agresif.

"Tapi kami khawatir itu pada dasarnya adalah komitmen yang sama yang diberikan oleh Presiden Xi (Jinping) kepada Presiden (Barack) Obama di Laut China Selatan, dan kami sekarang memiliki 20 poin kehadiran militer China di Laut China Selatan," jelasnya.

Ia juga menyebut ada kemungkinan terjadi konflik di kawasan. Untuk itu, Australia berusaha realistis melihat ancaman dan bersekutu.

“Kami tidak bisa menerima begitu saja demokrasi yang kami miliki, kebebasan berbicara kami, kepatuhan kami pada aturan hukum dan prinsip-prinsip yang telah kami pegang selama beberapa dekade. Kami harus melawan para pengganggu dan kami melakukan itu," terangnya.

Kesepakatan keamanan antara China dan Kepulauan Solomon telah bocor pada bulan lalu. Belum diketahui apa isi dari kesepakatan tersebut, namun hal itu sudah membuat Australia dan Selandia Baru khawatir.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya