Berita

Parlemen Pakistan segera pilih Perdana Menteri pengganti Imran Khan/Net

Dunia

Usai Gulingkan Imran Khan, Parlemen Pakistan Akan Pilih PM Baru

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 08:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah berhasil menggulingkan pemerintahan Imran Khan, parlemen Pakistan dijadwalkan untuk memilih Perdana Menteri baru lewat pemungutan suara pada Senin (11/4).

Ketua Majelis Nasional, Ayaz Sadiq mengatakan pihaknya akan menunggu hingga Minggu (10/4) pukul 2 siang untuk administrasi pencalonan PM baru. Setelah terkumpul, parlemen akan melakukan pemeriksaan pukul 3 sore.

Sesi untuk pemungutan suara memilih PM baru akan dilakukan pada Senin pukul 11 pagi, seperti dikutip Dawn.


Sejauh ini, pemimpin oposisi utama, Presiden Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N), Shehbaz Sharif telah menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan jabatan.

Khan digulingkan setelah 174 dari 342 anggota parlemen mendukung mosi tidak percaya yang diajukan oposisi terhadap pemerintahannya. Selama pemungutan suara, anggota Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang berkuasa tidak hadir.

Ia menjadi PM Pakistan pertama yang digulingkan melalui mosi tidak percaya. Meski ada daftar panjang PM Pakistan yang tidak bisa memenuhi masa jabatannya secara penuh.

Penggulingan Khan menjadi akhir dari drama politiknya setelah ia berusaha membubarkan parlemen, yang kemudian ditolak oleh Mahkamah Agung lantaran dianggap inkonstitusional.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya