Berita

Sekjen Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) Adian Napitupulu (kanan)/Net

Politik

Sikapi Kabar Demo Besar 11 April, Adian Napitupulu: Yang Bicara Penundaan Pemilu Bukan Jokowi Kenapa Didemo?

JUMAT, 08 APRIL 2022 | 22:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekjen Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) Adian Napitupulu merasa heran dengan adanya rencana sebagian Mahasiswa yang dikabarkan bakal demo besar-besaran ke Istana Negara pada 11 April 2022 mendatang.

Bagaimana tidak, isu besar yang ramai diperbincangkan itu menyoal perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang itu justru bukan berasal dari keinginan Jokowi sendiri. Melainkan, pernyataan beberapa Menteri dan Ketua Umum Partai Politik.

"Ada tiga Ketua Partai yang bicara perpanjangan masa jabatan Presiden, tapi sekali lagi kenapa yang didemo Jokowi bukan tiga partai itu?" ujar Adian dalam keterangannya yang diterima redaksi beberapa saat lalu, Jumat (8/4).


"Yang bicara Presiden 3 Periode itu salah satu lembaga Survei dan salah satu kader Partai, tapi kenapa yang didemo Jokowi bukan lembaga Survei atau Kantor partai?" sambungnya.

Lagipula, kata Adian, yang memiliki kewenangan untuk merealisasikan perpanjangan masa jabatan Presiden atau pun merubah dari 2 Periode menjadi 3 periode, kewenangannya ada di Parlemen, Senayan, bukan di Istana Negara.

"Tapi kenapa yang didemo justru Istana bukan Senayan?" tanya Adian.

Selain itu, masih kata Adian, yang mengatakan tidak berminat 3 periode adalah Jokowi. Yang mengatakan bahwa mereka yang menginginkan 3 Periode adalah orang yang cari muka ke Jokowi. Sebab, Jokowi sudah berkali-kali menegaskan hal ini. Ia akan tunduk pada konstitusi.

Bahkan teranyar, Jokowi memerintahkan kepada para menterinya agar tidak lagi bicara tentang penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

"Tapi aneh kenapa yang didemo justeru Jokowi? Membingungkan ya?" kata pentolan Aktivis '98 ini.

Menurut Adian, pertanyaan kenapa yang didemo adalah Jokowi sudah pasti akan masuk pada ruang perdebatan dengan argumentasi yang tidak jauh dari asumsi terhadap perasaan Jokowi.

Adian menengarai, mereka menduga semua pernyataan para Menteri dan Ketua Umum Partai tersebut berasal dari keinginan Jokowi.

"Para insan Terpelajar dan Intelektual itu kemudian tidak lagi mengkaji apa yang dikatakan tapi menganalisa perasaan, mendiskusikan keinginan dalam hati Jokowi bukan pernyataan yang disampaikan," tegas Politkus PDIP ini.

Adian menambahkan, wacana perpanjangan maupun tiga periode jabatan presiden membuat banyak orang menjadi gelisah lalu sibuk menganalisa perasaan dan keinginan Jokowi.

Karena menganalisa rasa tidak punya alat ukur, maka sebagian Mahasiswa konon berencana demo besar besaran ke Istana tanggal 11 April 2024 nanti.

Politisi PDIP itu mempertanyakan kemana para menteri dan ketua partai yang menyuarakan penambahan masa jabatan saat situasi akan ada demo seperti saat ini.  

"Tidak ada satupun dari pemilik wacana yang berteriak lantang pasang badan berkata "Demo kami, jangan Jokowi.... demo ke tempat saya, jangan ke Istana!" pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya