Berita

Ulama Muhammadiyah, Anwar Abbas/Net

Politik

Tokoh Muhammadiyah Tuntut Pemerintah Berlakukan Lagi HET Migor Kemasan

JUMAT, 08 APRIL 2022 | 22:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Paket kebijakan pemerintah untuk menuntaskan persoalan lonjakan harga minyak goreng (Migor) dianggap belum mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat luas.

Tokoh Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mendesak pemerintah memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) untuk migor kemasan.

"Tugas pemerintah adalah melindungi dan mensejahterakan rakyat. Oleh karena itu di tengah lonjakan harga komoditas global, pemerintah harus hadir dengan membuat kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat banyak," ujar Anwar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/4).


Pada Kamis kemarin (7/4), Presiden Joko Widodo telah memulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Migor sebesar Rp 300.000 untuk 3 bulan ke depan kepada masyarakat, yang dimulai dari Jambi.

Jokowi menargetkan sasaran penerima BLT Migor untuk 20 juta rakyat miskin termasuk di dalamnya pelaku usaha mikro dan kecil, supaya bisa tetap membeli Migor yang kini dalam kemasan sederhana dipatok Rp 24.000 per liter.

Sementara untuk Migor curah yang ditetapkan HET-nya menjadi Rp 14.000 per liter masih sulit dicari masyarakat di pasaran. Baru beberapa hari yang lalu pemerintah memastikan stok Migor curah akan tercukupi melalui sistem pengawasan Satuan Tugas (Satgas) Migor yang dibentuk Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Polri.

Satgas tersebut nantinya bakal mengawasi secara melekat 24 jam mulai dari proses produksi Migor curah hingga distribusinya ke pasar-pasar, oleh perusahaan yang mendapat subsidi dari pemerintah melalui skema Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Meski begitu, tambah Anwar Abbas, pemerintah perlu menjamin stabilitas harga migor kemasan dengan cara memberlakukan HET. Karena jika harga yang diberlakukan untuk migor kemasan diserahkan ke pasar secara bebas, maka masyarakat yang akan menjadikan korbannya.

"Untuk itu, adanya keberpihakan dan ketegasan sikap yang jelas dari pemerintah untuk melindungi kebutuhan dan kepentingan rakyat banyak tentu jelas sangat dituntut," katanya.

"Untuk itu adanya koordinasi dan sinkronisasi yang baik di antara berbagai pihak yang terkait dengan masalah ini tentu sangat diharapkan," demikian Anwar Abbas.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya