Berita

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati/Net

Dunia

Ketegangan Mereda, Arab Saudi Dkk Kirim Lagi Dubes ke Lebanon

JUMAT, 08 APRIL 2022 | 08:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan antara Lebanon dan negara-negara Teluk mulai mereda. Arab Saudi, Kuwait, dan Yaman mengumumkan pengiriman kembali dutabesar mereka ke Lebanon.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Kamis (7/4) mengatakan dubesnya dikirim kembali sebagai tanggaan atas seruan kekuatan politik moderat Lebanon dan Perdana Menteri Najib Mikati.

Saudi Press Agency juga menyebut pentingnya Lebanon kembali ke pelukan Arab.


Pernyataan serupa telah dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Kuwait. Kantor Mikati mengatakan utusan Kuwait akan kembali sebelum akhir minggu.

Kemudian dikutip Reuters, Kementerian Luar Negeri Yaman mengumumkan kembalinya utusannya ke Lebanon.

"Langkah itu sebagai tanggapan atas janji Beirut untuk menghentikan kegiatan dan praktik ofensif ke negara-negara Arab," kata Kemlu Yaman.

Lewat unggahan di Twitter, Mikati menyambut langkah tiga negara Teluk untuk mengirimkan kembali dubes mereka. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjunjung tinggi hubungan dengan negara-negara Teluk.

Arab Saudi dan negara-negara Teluk pernah menjadi donor utama untuk Lebanon. Tetapi hubungan mereka menegang selama bertahun-tahun dengan meningkatnya pengaruh gerakan Hizbullah yang didukung Iran.

Hubungan yang memburuk telah mencapai titik terendah baru Oktober lalu setelah seorang mantan menteri pemerintah Lebanon mengkritik pertempuran koalisi militer pimpinan Saudi di Yaman.

Keretakan hubungan dengan negara Teluk telah menambah kesulitan yang dihadapi Lebanon saat berjuang dengan krisis keuangan parah.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya