Berita

Kehancuran Kota Bucha di Ukraina/AP

Dunia

Kota Borodyanka Hancur Parah, Zelensky: Lebih Mengerikan dari Bucha

JUMAT, 08 APRIL 2022 | 08:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ratusan orang meninggal dunia sementara berbagai bangunan hancur berkeping-keping bukan hanya pemandangan mengerikan yang terjadi di Bucha, tetapi juga Kota Borodyanka.

Bucha dan Borodyanka adalah dua kota yang berada di sekitar ibukota Kyiv, Ukraina. Bucha terletak 35 kilometer dari Kyiv, sementara Borodyanka berada 25 kilometer dari Bucha.

Sejak Rusia menarik pasukannya dari wilayah tersebut, otoritas Ukraina menemukan lebih dari 300 mayat di Bucha, dengan 50 di antara mereka kemungkinan dieksekusi.


Tapi lebih banyak mayat ternyata ditemukan di Borodyanka yang saat ini dijuluki sebagai "kota hancur".

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis (7/4) bahkan menyebut situasi di Borodyanka jauh lebih mengerikan daripada Bucha.

"Pekerjaan untuk membersihkan puing-puing di Borodyanka telah dimulai. Secara signifikan lebih mengerikan di sana. Bahkan lebih banyak korban dari penjajah Rusia," kata Zelensky dalam sebuah video yang dikutip Reuters.

Meski begitu, Zelensky tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait klaim "jauh lebih mengerikan"-nya tersebut.

Alih-alih, Zelensky mengatakan situasi di Mariupol yang menjadi zona pertempuran antara Rusia dan Ukraina mungkin sama buruknya seperti Bucha dan Borodyanka.

"Di sana, di hampir setiap jalan, adalah apa yang dunia lihat di Bucha dan kota-kota lain di wilayah Kyiv setelah penarikan pasukan Rusia," ucapnya.

Ukraina dan negara-negara Barat telah menyalahkan Rusia atas pembunuhan massal warga sipil di Bucha sebagai kejahatan perang. Hal tersebut memicu gelombang sanksi baru untuk Moskow.

Rusia sendiri membantah tuduhan tersebut. Moskow mengatakan salah satu tujuan kampanye militernya adalah untuk "membebaskan" sebagian besar tempat-tempat berbahasa Rusia seperti Mariupol dari nasionalis Ukraina.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya