Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

DPRK Aceh Barat Minta Polisi Usut Dugaan Penimbunan Solar Subsidi di Area PT PBM

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 00:57 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat, Ramli, mendesak pihak kepolisian untuk mengusut dugaan penimbunan solar bersubsidi di area milik PT Prima Bara Mahadana (PBM).

Hal ini disampaikan Ramli terkait penyegelan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak di areal perusahaan tambang batu bara tersebut, yang berada di Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.

Ramli menilai sejumlah dugaan pelanggaran hukum oleh perusahaan ini menjadi batu ujian kepolisian dalam menegakkan aturan di Aceh Barat. Belajar dari sejumlah kejadian hukum, Ramli menilai kepolisian masih belum menegakkan aturan sesuai harapan rakyat.


“Kami mencatat beberapa perisitiwa penegakan hukum yang terkadang seperti tebang pilih, dan hari ini kami ingin melihat sejauh mana penegakan hukum tuntas dan menjadi dasar penilaian bagi masyarakat,” kata Ramli dalam keterangan tertulis, dikutip RMOLAceh, Rabu (6/4).


Ramli mengaku mendapatkan informasi, baik melalui media massa atau dari anggota masyarakat, terkait penyegelan truk tangki pengangkut bahan bakar tersebut.

Namun, kali ini, kepolisian menyatakan bahwa pemasangan garis polisi di sekitar tangki pengangkut minyak solar itu berdasarkan dugaan pelanggaran oleh manajemen PT PBM yang tidak dapat menunjukkan izin penimbunan solar di lokasi penambangan.

Ramli mengatakan DPRK Aceh Barat memberikan perhatian terhadap hal ini. Terutama di saat masyarakat sulit mendapatkan solar di stasiun pengisian bahan bakar. Ramli menduga perusahaan itu menggunakan bahan bakar bersubsidi untuk kepentingan bisnis.

Ramli juga mendesak PT Pertamina segera turun ke lokasi tambang, di Desa Batujaya SP3 dan menjelaskan keberadaan truk solar bersubsidi di areal tambang tersebut. Ramli menegaskan, harus ada tindakan tegas untuk mencegah penyelewengan bahan bakar bersubsidi ini terulang.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya