Berita

Anggota Komite III DPD RI, Ahmad Nawardi/Net

Politik

Pandang IDI Sepihak Pecat Terawan, Komite III DPD RI Dorong Bentuk Organisasi Kedokteran Baru

SENIN, 04 APRIL 2022 | 22:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Polemik keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memecat permanen keanggotaan mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto masih menjadi polemik.

Anggota Komite III DPD RI, Ahmad Nawardi, menilai pemecatan Terawan oleh IDI terkesan sepihak dan sewenang-wenang. Apalagi, menurutnya, pemecatan Terawan hanya karena inovasi dan kreasi saintifik soal prosedur pengobatan cuci otak.

“Saya kira IDI berlebihan kemudian memecat secara permanen Dokter Terawan. Harusnya, pelanggaran etik jika memang betul dilakukan Dokter Terawan, IDI mestinya melakukan usaha preventif-kuratif, mengayomi, komunikasi, dalam rangka merawat prinsip etik profesi,” kata Nawardi kepada wartawan, Senin (4/4).


Nawardi pun mendorong dokter di Indonesia yang bersih dan professional membentuk organisasi profesi baru di luar IDI. Organisasi profesi baru ini, lanjut dia, bukan untuk menandingi IDI, tetapi supaya para dokter di Indonesia punya alternatif untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Apalagi, IDI hari ini terlihat kurang mampu mengakomodir kepentingan dokter dan kebutuhan masyarakat. Apalagi, jika wadah profesi itu tunggal, apalagi dengan kewenangan penuh memecat dan mengangkat seseorang,” terang Nawardi.

Untuk itu, Nawardi meminta legislatif dan eksekutif segera merevisi UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran. Pasal-pasal tentang organisasi kedokteran dalam UU tersebut, menurut Nawardi, harus segera diperbaiki.

Hal ini, lanjut dia, sangat mendesak supaya tidak ada organisasi profesi yang menghegemoni kepentingan kesehatan masyarakat.

“Komite III DPD RI siap menginisiasi untuk merevisi UU 29/2004 tersebut. Sehingga ke depan, dokter di Indonesia lebih professional, mandiri, serta mampu mengembangkan inovasi baru di bidang kesehatan dan kedokteran," katanya.

"Selama ini IDI justru menumpulkan kreasi-inovasi medis kalangan dokter Indonesia,” tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya