Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno/Net

Politik

Menparekraf Dorong Kebangkitan Ekonomi Lewat Kolaborasi Baznas dan UMKM

SENIN, 04 APRIL 2022 | 19:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penciptaan lapangan pekerjaan dan kebangkitan ekonomi nasional tak bisa dilepaskan dari peran kolaborasi antarstakeholder.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno secara khusus memberi perhatian terhadap kolaborasi institusi Baznas, Universitas Al Azhar, dan para pelaku UMKM yang saat ini sedang terjalin baik.

Kemenparekraf juga terus mendorong agar produk UMKM dapat dipasarkan saat pelaksanaan G20. Kemenparekraf juga sedang mengembangkan pariwisata halal dengan wisata religi dan sejarah.


Selain itu program bangga buatan produk Indonesia yang diluncurkan tahun 2020 terus dikembangkan di saat pandemi Covid-19.

"Di bulan suci Ramadhan ini, pertama kita mendorong agar para pengusaha bisa berani mengambil risiko," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/4).

Yang tak kalah penting adalah inovasi. Para pelaku UMKM, kata Sandiaga, harus rajin berinovasi agar usahanya bisa terus berkembang. Konsep amati, tiru, modifikasi (ATM) bisa dipadukan dengan kolaborasi, gotong-royong agar semakin mengembangkan usaha.

"Ketiga adalah amanah kejujuran bagaimana kita pegang agar usaha barokah dan memberikan manfaat bagi sesama dengan konsep Islam rahmatan lil alamin," paparnya.

Di sisi lain, Ketua Baznas Indonesia, KH Noor Achmad menyebutkan, salah satu potensi penggerak pertumbuhan ekonomi adalah zakat.

Apalagi, kata dia, masyarakat Indonesia religius, dermawan, dan memiliki kepedulian sosial terhadap orang di sekitar yang membutuhkan bantuan.

Data Puskes Baznas, setidaknya potensi ekonomi dalam zakat sebesar Rp 327 triliun. Jumlah itu termasuk dari zakat penghasilan, jasa, pertanian, perkebunan, peternakan dan sektor lainnya.

"Kami baru meraih Rp 17 triliun untuk seluruh Indonesia, jadi masih jauh dari potensi yang kami harapkan. Namun pada tahun ini kami menargetkan pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lain (DSKL) secara nasional dapat mencapai Rp 26 triliun," ungkap Noor Achmad.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya