Berita

Presiden Xi Jinping/Net

Dunia

Xi Jinping: Perlu Puluhan Tahun untuk Atasi Krisis Ekonomi Global Akibat Konflik Rusia-Ukraina

SABTU, 02 APRIL 2022 | 07:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran munculnya krisis ekonomi global jangka panjang akibat konflik Rusia dan Ukraina kembali diungkapkan para pemimpin China.

Berbicara melalui konferensi dalam pertemuan puncak dengan para pemimpin Uni Eropa pada Jumat (1/4), Presiden China Xi Jinping dilaporkan mengatakan perlu waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun bagi ekonomi global untuk pulih dari konsekuensi perang Rusia-Ukraina.  
 
Apalagi, menurut Xi, krisis Ukraina telah terjadi di tengah pandemi Covid-19 dan pemulihan global yang goyah.


“Dengan latar belakang seperti itu, China dan UE – sebagai dua kekuatan utama, pasar besar, dan peradaban besar – harus meningkatkan komunikasi tentang hubungan mereka dan tentang isu-isu utama mengenai perdamaian dan pembangunan global, dan memainkan peran konstruktif dalam menambahkan faktor-faktor penstabil pada dunia yang bergejolak,” kata Xi, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (2/4).

Pada kesempatan itu, Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendesak Xi dan Perdana Menteri China Li Keqiang untuk menjamin bahwa Beijing akan mengambil sikap yang lebih keras terhadap Moskow.  

Dalam pernyataannya Von der Leyen menuntut China, setidaknya, melakukan segala cara untuk tidak ikut campur dengan sanksi Barat terhadap Rusia.  

Dia memperingatkan bahwa China akan menderita "kerusakan reputasi besar" jika itu membantu Rusia menghindari sanksi atau memungkinkan Moskow untuk berperang.

“Sektor bisnis sangat memperhatikan peristiwa dan mengevaluasi bagaimana negara memposisikan diri mereka sendiri,” kata von der Leyen.  

"Ini adalah pertanyaan tentang kepercayaan, keandalan, dan, tentu saja, keputusan tentang investasi jangka panjang," katanya.

PM Li menanggapi dengan bersikeras bahwa China akan membantu mendorong diakhirinya krisis Ukraina dengan caranya sendiri, menambahkan bahwa Beijing memiliki kebijakan luar negeri independen yang mencakup mempromosikan perdamaian, menghormati integritas teritorial semua negara, dan menyelesaikan konflik melalui dialog dan negosiasi.

Xi sementara itu berpendapat bahwa ketegangan di Ukraina telah meningkat selama beberapa dekade, dan penyelesaian konflik akan membutuhkan penanganan masalah keamanan dari semua pihak yang terlibat.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya