Berita

Ketum Partai Demokrat AHY (kanan) dengan Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh/Net

Politik

Usai Bertemu, AHY-Surya Paloh Bisa jadi Play Maker Poros Perubahan Pilpres 2024

KAMIS, 31 MARET 2022 | 05:29 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tafsir pertemuan politik antara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua Partai Nasdem Surya Paloh masih terus berkembang dan dinamis.

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam berpendapat, pertemuan itu bisa direalisasikan berkat kepiawain diplomasi politik AHY. Kemampuan lobi AHY, kata pria yang karib disapa Umam ini kedepan akan terus diasah dan diuji.

Lebih lanjut, Umam mengatakan, jika AHY mampu meyakinkan Surya Paloh (SP) untuk menyatukan kekuatan Partai Nasdem dengan Partai Demokrat, maka kekuatan ini bisa menjadi poros kekuatan alternatif baru.


"Saya menyebutnya poros perubahan, karena mampu keluar dari jebakan mainstream utama yang berkuasa dalam Pilpres 2014 dan 2019 lalu," demikian analisa Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/3).

Dalam pandangan Dosen Ilmu Politik dan International Studies, Universitas Paramadina itu sosok AHY dan Surya Paloh akan memiliki peran politik yang strategis. Jika diibaratkan pertandingan sepak bola, AHY-Surya Paloh seperti play maker dan game changer sekaligus.

"(AHY-SP) bisa menjadi play maker, sekaligus game changer dalam dinamika politik menuju 2024 mendatang," demikian prediksi Umam.

Ia pun menilai, jika Demokrat dan Nasdem akhirnya bersatu menjadi jangkar koalisi sebagai imam, besar kemungkinan partai-partai Islam seperti PPP, PAN atau bahkan PKS siap makmum mengikuti gerbong dan menopang dari belakang.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya